TPA Bekotok Kian Penuh, DLHK Kukar Dorong Gerakan Kelola Sampah dari Rumah Tangga

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taufik


PILAR KALTIM - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok di Kutai Kartanegara (Kukar) semakin mengkhawatirkan. Fasilitas yang sudah beroperasi selama 34 tahun itu kini menampung rata-rata 85 ton sampah setiap harinya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taufik, menjelaskan timbulan sampah terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat. 

Dengan populasi lebih dari 800 ribu jiwa, rata-rata satu orang menghasilkan 0,49 kilogram sampah per hari. Jika dikalkulasikan, dalam setahun total sampah bisa mencapai lebih dari 144 ribu ton.

“Kondisi ini tentu menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

Karena tidak mungkin semua sampah terus-menerus ditimbun di TPA,” kata Taufik pada Senin (29/9/2025).

Ia menegaskan, solusi pengelolaan sampah tidak bisa hanya bertumpu pada TPA. Kesadaran harus dimulai dari rumah tangga, dengan membiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta mengurangi plastik sekali pakai. 

“Kalau beli jajanan atau makanan yang menggunakan plastik, sebaiknya jangan dibuang sembarangan. Simpan dan kelola dengan baik,” ujarnya.

Taufik menilai peran perempuan sangat penting dalam menggerakkan perubahan, terutama ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita dan PKK.

Mereka bisa menjadi teladan sekaligus pengingat bagi warga yang masih membuang sampah sembarangan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong gerakan kolaborasi bersama DLHK, PKK, dan Dharma Wanita Persatuan agar kesadaran masyarakat terus meningkat. 

“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti di acara seremoni, tetapi benar-benar dijalankan secara berkelanjutan di setiap desa dan kelurahan,” ucapnya.

Saat ini, DLHK Kukar tengah mengembangkan program reduce, reuse, recycle (3R), memperluas bank sampah, serta komposting rumah tangga. 

Edukasi lingkungan juga digencarkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kebersihan.

"Dengan langkah-langkah tersebut, target Kukar yang bersih, sehat, dan zerowaste diharapkan bisa tercapai secara bertahap," tandasnya.(Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Dharma Wanita

dlhk kukar

Kutai Kartanegara

PKK