Kategory
Diskominfo Kutai Kartanegara,
24-09-2025 13:02:28
Jalanan di Kecamatan Tabang
PILAR KALTIM - Kecamatan Tabang, salah satu wilayah terjauh di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih menghadapi persoalan mendasar terkait infrastruktur dasar. Akses jalan dan jembatan antar desa belum sepenuhnya tersedia, sehingga mobilitas warga terhambat dan potensi ekonomi sulit berkembang.
Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menegaskan pentingnya keberadaan infrastruktur untuk membuka isolasi wilayah.
Menurutnya, keterhubungan antar desa bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
“Sebagai kecamatan paling jauh, tentu harapan kami adalah pembangunan akses yang memadai. Infrastruktur itu yang menjadi poin besar, karena dengan akses, dampak ekonominya, dampak dominonya akan terasa.
Perdagangan bisa berkembang jika jalannya tersedia,” ujarnya pada Rabu (24/9/2025).
Pembangunan jalan utama menuju Tabang saat ini menunjukkan progres positif. Jalur yang selama ini menjadi hambatan, yakni sekitar 1,5 kilometer, sudah masuk dalam rencana pembangunan tahun ini. Rakhmadani berharap pengerjaannya tidak terkendala kebijakan rasionalisasi anggaran.
“Alhamdulillah sisa jalur satu setengah kilometer menuju Tabang sudah dipersiapkan pembangunannya tahun ini.
Kami berharap itu tidak termasuk yang dirasionalisasi,” ungkapnya.
Meski akses jalan utama hampir tuntas, masalah lebih mendesak justru berada di jalur penghubung antar desa. Hingga kini, sejumlah desa masih belum bisa diakses kendaraan roda empat maupun roda enam karena ketiadaan jembatan.
Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas warga, terutama saat membawa hasil pertanian dan kebutuhan harian. Tanpa jembatan, jalur distribusi menjadi terhambat, bahkan beberapa desa harus mengandalkan transportasi tradisional.
“Kami masih sangat membutuhkan jembatan.
Contohnya antara Desa Bilatalang ke Umak Bukuwai, Umak Bukuwai ke Desa Sidomulyo, dan Desa Tabanglama ke Umak Tupung. Ini menjadi kendala utama dalam pengembangan masyarakat,” jelas Rakhmadani.
Selain sektor ekonomi, pelayanan publik juga ikut terdampak. Akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan di sejumlah desa masih harus ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu sederhana, yang tidak efisien dan berisiko tinggi.
Situasi ini semakin berat bagi warga yang sakit atau membutuhkan layanan darurat.
Minimnya akses jalan dan jembatan membuat penanganan medis sering terlambat dan berpotensi mengancam keselamatan pasien.
Rakhmadani berharap pembangunan jembatan bisa segera diprioritaskan pemerintah daerah. Menurutnya, intervensi ini sangat penting agar masyarakat Tabang tidak tertinggal dibanding wilayah lain di Kukar.
“Semoga kebutuhan infrastruktur ini bisa menjadi perhatian serius dan masuk dalam skala prioritas pemerintah daerah ke depan,” pungkasnya.(Adv/Yun)
Tags:
Kecamatan Tabang
Kutai Kartanegara
Tabang
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40