Sri Wahyuni Tekankan Pentingnya Sinergi LPTQ di Pembinaan Kafilah Kaltim pada TC STQH Sultra

Kategory Kaltim,
18-02-2025 01:37:24

                                                                                                 Kaltim

pembukaan TC STQH Nasional Ke-28 di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Senin (17/2/2025)


PILARKALTIM: Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, mengingatkan para peserta Training Center (TC) Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-28 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan giat berlatih. Menurut Sri Wahyuni, hal ini sangat penting mengingat prestasi Kaltim sebagai juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2024 di Samarinda, Kaltim.

"Mempertahankan prestasi yang telah dicapai bukanlah hal yang mudah. Persaingan semakin ketat, dan kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Saya berharap para peserta TC STQH ini dapat fokus dan berlatih dengan sungguh-sungguh," ujarnya dalam sambutan pada pembukaan TC STQH Nasional Ke-28 di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Senin (17/2/2025).

Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya sinergi antara Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di tingkat kabupaten/kota dengan LPTQ provinsi. Menurutnya, keselarasan dalam pembinaan peserta kafilah Kaltim sangat penting agar proses pelatihan berjalan efektif dan menghasilkan peserta terbaik.

"Jajaran LPTQ kabupaten/kota harus bekerja sejalan dengan LPTQ provinsi. Jangan sampai ada perbedaan arah dalam pembinaan.

Hal ini penting agar kita dapat mencetak kafilah yang siap bersaing," tegasnya.

Ia juga mendorong LPTQ kabupaten/kota untuk memanfaatkan pelaksanaan TC STQH sebagai sarana pembelajaran. Dengan mengamati langsung bagaimana TC dijalankan, mereka dapat meningkatkan metode pembinaan di daerah masing-masing.

"Melalui pengalaman ini, diharapkan pembinaan kafilah Kaltim semakin matang dan siap bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional," ujar Sri Wahyuni.

Wakil Ketua 2 LPTQ Kaltim, Dasmiah, menyampaikan bahwa keberhasilan Kaltim meraih juara umum pada MTQ ke-30 di Kaltim tak lepas dari kerja keras dan kerjasama antara pelatih nasional dan daerah serta pengurus LPTQ Kaltim dan kabupaten/kota.

"Alhamdulillah, dari 56 peserta, hanya tiga yang tidak mendapatkan medali," ungkap Dasmiah.

Dasmiah juga menanggapi anggapan bahwa Kaltim berhasil meraih juara umum pada MTQ ke-30 karena keuntungan sebagai tuan rumah. Ia membantah anggapan tersebut dengan merujuk pada prestasi Imranul Karim, putra Kaltim asal Kutai Timur, yang berhasil meraih juara di MTQ Internasional di Jakarta.

"Pada MTQ Internasional yang diikuti oleh 38 negara, kami berhasil menunjukkan kemampuan yang luar biasa.

Ini membuktikan bahwa Kaltim bukan 'jago kandang'," tegas Dasmiah dengan bangga.

Prestasi ini menjadi motivasi bagi LPTQ Kaltim untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembinaan, dengan harapan Kaltim dapat kembali meraih kesuksesan di STQH 2025.(*)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Balikpapan

Kalimantan

MTQ

mtq kukar