Simpang Odah Etam Diarahkan jadi Simbol Budaya dan Ruang Interaksi, Pelaku UMKM Wajib Kenakan Atribut Kutai

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dinas Pariwisata Kukar

(Pelaku UMKM di SOE menggunakan Atribut Kutai)


PILAR KALTIM : Kawasan Simpang Odah Etam (SOE) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Setelah satu tahun berjalan, kawasan ini mulai menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin menikmati kombinasi belanja produk UMKM dan pertunjukan seni khas Kutai.

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda, menyampaikan bahwa SOE telah berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat berkumpul masyarakat.

 “Kami ingin SOE ini tidak sekadar tempat belanja oleh-oleh, tapi juga menjadi daerah tujuan wisata yang berbudaya,” ujarnya Jumat (27/04)

Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Dispar Kukar adalah mewajibkan para pelaku UMKM yang berjualan di kawasan SOE untuk mengenakan atribut khas Kutai, seperti batik lokal dan pesapu.

Zikri menilai hal ini penting untuk memperkuat identitas budaya daerah di mata pengunjung.

“Ini adalah cara kami untuk menghimbau dan mendorong pelaku UMKM agar ikut menjaga identitas budaya Kutai. Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya berbelanja, tapi juga merasakan atmosfer budaya kita secara langsung,” jelas Zikri

Zikri menambahkan bahwa Dispar Kukar juga berencana mempercantik tampilan visual kawasan SOE dengan menambahkan ornamen khas Kutai.

Di antaranya adalah pemasangan gapura adat, lampu dengan desain etnik, hingga signage menggunakan aksara lokal.

“Tentu untuk berevolusi kita memerlukan kolaborasi lintas sektor agar penataan kawasan bisa optimal,” katanya

Ia menilai tampilan visual yang kuat akan memberikan pengalaman wisata yang lebih mendalam sekaligus membedakan SOE dari tempat serupa di daerah lain.

Kolaborasi ini menurutnya mencakup kerja sama dengan Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan juga pelaku swasta. Hal ini bertujuan agar pengembangan kawasan bisa dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

“Kami membayangkan kawasan ini nantinya punya tampilan visual yang lebih meriah dan menarik,” tambahnya

Dengan pendekatan ini, Zikri menegaskan bahwa kawasan SOE tidak hanya akan menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga tempat yang sarat makna budaya.

Ini merupakan bentuk nyata dari perpaduan ekonomi kreatif dengan pelestarian identitas lokal.

“SOE harus terus berevolusi.

Ini bukan hanya proyek ekonomi kreatif, tapi juga proyek kebudayaan yang mencerminkan wajah Kukar sebagai daerah yang kaya nilai lokal,” pungkas Zikri (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

adat

adat budaya kutai

Direktur IKN

unhan

Unikarta

Universitas Cambridge

universitas hasanudin