Kategory
Kutai Kartanegara,
11-02-2026 15:42:03
1. Janiar Gajali Rahman (Wakil Ketua KDMP Bidang Usaha) 2. Ardiansyah (Kades Kembang Janggung) 3. Micheal O’Brien (Director Operations), 4. Dr. Bremen Yong (Director Sustainability), 5. Luke Robinow (President Director), 6. dr. Aulia Rahman Basri, M.Kesm (Bupati Kutai Kartanegara), 7. Yadi, SP.d (Ketua Koperasi Desa Merah Putih), 8. A.Fattah Ibrahim (Chief Agronomy,Projects & Operations Audit) 9. Suhartono (Camat Kembang Janggut), 10. M. Taufik (Kepala Dinas Perkebunan Kukar), 11. Muhammad Reza, S.T.,M.Si (Kadis Dinas Koperasi & UKM Kukar) 12 Burhan Safri Sabri (Wakil Ketua KDMP Bidang Anggota) melakukan foto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Kerjasama Usaha Produktif FPKM antara PT REA KALTIM PLANTATIONS dan Koperasi Desa Merah Putih Desa Kembang Janggut.
PILARKALTIM: PT Rea Kaltim Plantations (REA) menyerahkan 3 unit kendaraan sebagai bentuk program kegiatan usaha produktif pengganti Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKMS) di satu Desa di Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penyerahan 3 unit kendaraan dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026 di Pendopo Odah Etam yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati, Luke Robinow-Presiden, Direktur Sustainability – Dr. Bremen Yong-PT Rea Kaltim Plantations, Camat Kembang Janggut, kepada Kepala Desa Kembang Janggut Kecamatan Kembang Janggut.
Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi perjanjian kerja sama kemitraan yang telah di tandatangani pada pertengahan tahun 2025, yang mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat mata pencaharian masyarakat melalui solusi ekonomi berbasis local. Di kembangkan melalui konsultasi intensif dengan Pemerintah Desa, kemitraan dirancang untuk menciptakan peluang pendapatan yang berkelanjutan, memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, serta mendukung usaha yang dikelola Koperasi Desa sebagai penggerak pertumbuhan.
Melalui model kemitraan FPKM antara perusahaan dan desa, unit kendaraan tersebut menghasilkan pendapatan dengan cara disewakan Kembali kepada perusahaan untuk kebutuhan operasional, sehingga desa dapat mendanai prioritasi masyarakat, menciptakan peluang pekerjaan untuk masyarakat local, dan membangun ketahanan ekonoim.
Selain itu, pendekatan ini juga mendukung arah kebijakan pemerintah mengenai hilirasi dengan mendorong penciptaan nilai tambah di tingkat lokal, memastikan manfaat ekonomi tetap berada di lingkungan masyarakat, berkontribusi pada pembangunan desa inklusif yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Bagi Kami, Implementasi FPKM harus menciptakan nilai yang berkelanjutan, bukan bantuan jangka pendek”, ujar Luke Robinow, President Direktur REA.
“Kerangka program ini dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan, memastikan aset dimanfaatkan dalam jangka panjang dan terus menghasilkan pendapatan yang stabil.”katanya.
Inisiatif ini selaras dengan salah satu dari empat pilar strategis keberlanjutan REA, yaitu pilar Pemberdayaan Mata Pencaharian (Empowering Livelihoods), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk membangun sumber pendapatan berkelanjutan melalui kemitraan inklusif dan solusi berbasis lokal.
“Dengan mengikuti regulasi FPKM, diharapkan kebutuhan para pemangku kepentingan dapat terpenuhi serta mendorong iklim investasi yang baik di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar dr. Aulia Rahman Basri, M.Kesm., Bupati Kukar.
Sementara Kepala Desa Kembang Janggut Ardiansyah, menyambut baik skema tersebut dan menyoroti dampak jangka panjangnya. “Melalui kemitraan FPKM ini, kendaraan tetap menjadi aset desa dan disewakan kepada REA untuk kegiatannya,” ujarnya.
“Hal ini menciptakan pendapatan rutin bagi desa dan memberikan fleksibilitas bagi kami untuk menggunakan dana tersebut sesuai prioritas masyarakat. Ini adalah model yang mendukung kemandirian, bukan bantuan sekali saja.”paparnya.
“Sejalan dengan yang disampaikan Kepala Desa Kembang Janggut, sebagai mitra pelaksana program ini, kami berharap kemitraan ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan desa dan mendorong kemakmuran ekonomi masyarakat,” ujar Yadi, S.Pd., Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Desa Kembang Janggut.
Sementara Dr. Bremen Yong, Group Chief Sustainability Officer REA mengatakan, keberlanjutan berarti menciptakan nilai jangka panjang melalui kolaborasi.
“Dengan menyusun FPKM berbasis aset milik desa yang terus menghasilkan nilai, kami memperkuat kepercayaan dengan masyarakat serta mendukung pembangunan sosial-ekonomi dan ketahanan baik di tingkat desa maupun lanskap.”katanya.
Melalui program FPKM ini, REA bertujuan memastikan bahwa kemitraannya dengan desa-desa sekitar memberikan hasil nyata yang mendukung kemandirian ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.(*)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
Pemkab Kukar
pendopo bupati kukar
rea kaltim
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40