Kategory
Kutai Kartanegara,
12-06-2026 10:02:35
(PPL Kelurahan Melayu, Rosita. (Istimewa)
PILAR KALTIM: Aktivitas di lahan persawahan Kelurahan Maluhu perlahan kembali menggeliat. Di tengah persiapan musim tanam dan perawatan tanaman yang sedang berjalan, bantuan pupuk subsidi mulai diterima para petani yang tergabung dalam kelompok tani aktif.
Bagi petani, pupuk bukan sekadar bantuan pemerintah. Ketersediaannya sering kali menjadi penentu keberhasilan produksi, terutama ketika biaya pertanian terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Di Kelurahan Maluhu, penyaluran pupuk subsidi tahun ini mulai berjalan melalui program pemerintah yang disalurkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara.
Bantuan tersebut difokuskan kepada kelompok tani yang masih aktif mengelola lahan pertanian.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Maluhu, Rosita, mengatakan sebagian besar kelompok tani penerima sudah mulai mengambil alokasi pupuk yang disediakan pemerintah.
“Pupuk subsidi yang disalurkan kepada petani sudah dapat diakses oleh kelompok tani yang memenuhi syarat. Untuk laporan bulan Mei sendiri, cukup banyak kelompok tani yang sudah mengambil pupuk tersebut,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Rosita, besaran pupuk yang diterima setiap kelompok tidak sama. Penyalurannya disesuaikan dengan luas lahan yang digarap dan kebutuhan budidaya masing-masing kelompok tani.
Di atas kertas, Maluhu memiliki 14 kelompok tani.
Namun tidak semuanya masih aktif bertani. Seiring perkembangan wilayah, sebagian lahan pertanian telah berubah menjadi kawasan permukiman sehingga aktivitas pertanian ikut berkurang.
“Secara efektif ada sekitar sembilan kelompok tani yang benar-benar aktif dan rutin menanam padi sawah. Kelompok yang tidak aktif tentu tidak lagi mendapatkan akses pupuk subsidi,” katanya.
Selain petani padi, terdapat pula satu kelompok tani yang fokus mengembangkan komoditas cabai.
Sementara untuk tanaman jagung, hingga saat ini belum menjadi komoditas yang dibudidayakan petani di wilayah tersebut.
Rosita menjelaskan, distribusi pupuk subsidi dilakukan berdasarkan data kebutuhan yang telah tercatat dalam sistem kelompok tani. Karena itu, jumlah yang diterima setiap kelompok berbeda-beda.
“Jumlah pupuk berbeda-beda karena menyesuaikan luas lahan masing-masing. Jadi tidak diberikan secara merata.
Semakin luas lahan yang ditanami, maka kebutuhan pupuknya juga berbeda,” jelasnya.
Di tengah penyaluran pupuk yang berjalan, kondisi pertanian di Maluhu secara umum masih tergolong stabil. Produksi padi di sejumlah kelompok tani masih berada dalam kondisi normal meskipun terdapat perbedaan hasil di beberapa lokasi.
Ada kelompok tani yang mampu mempertahankan bahkan meningkatkan hasil panen, namun ada pula yang masih berjuang memulihkan lahan pascabanjir.
Salah satu kelompok yang menunjukkan perkembangan positif adalah Rindang Lestari. Sebaliknya, kelompok tani Sri Rukun I masih menghadapi persoalan akibat dampak genangan air yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Keluhan terbesar terjadi setelah banjir.
Banyak tanaman di Sri Rukun I terserang penyakit akibat genangan air. Lokasi itu memang menjadi titik kumpul air ketika banjir terjadi,” ungkap Rosita.
Meski demikian, ia menilai kondisi pertanian di sebagian besar wilayah Maluhu masih cukup baik dan petani tetap optimistis menghadapi musim tanam berikutnya.
“Untuk kelompok tani lainnya, secara umum kondisi pertanian masih baik,” tutupnya. (Oby)
Tags:
Pupuk Subsidi
Kutai Kartanegara
Petani
petani kukar
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40