Kategory
Dinas Pariwisata Kukar,
29-04-2025 21:18:00
(Plt.Kadispar Kukar Arianto)
PILAR KALTIM : Pengembangan desa wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menjadi fokus pemerintah daerah, namun proses penetapannya tidak dilakukan secara sembarangan.
Hanya desa yang memenuhi sejumlah kriteria penting yang bisa ditetapkan sebagai destinasi wisata resmi.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki standar penilaian yang ketat sebelum mengakui suatu desa sebagai desa wisata.
Menurutnya, keputusan ini harus didasari pada kesiapan dan pengelolaan yang aktif dari masyarakat.
“Tidak semua desa bisa langsung dijadikan desa wisata. Kami menetapkan berdasarkan kajian yang matang dan pengamatan di lapangan,” ungkap Arianto Senin (28/04).
Ia memaparkan bahwa ada tiga aspek utama yang menjadi landasan dalam menilai kelayakan sebuah desa.
Pertama, desa harus memiliki potensi wisata yang kuat, baik berupa kekayaan alam, budaya, maupun peluang ekowisata.
“Kemudian, harus ada pihak yang mau dan mampu mengelola potensi tersebut. Dan terakhir, ada komitmen kolektif dari masyarakat untuk terus mengembangkan daya tarik wisata tersebut,” jelas Arianto.
Menurutnya, keberadaan potensi saja tidak cukup. Tanpa pengelolaan yang serius, desa dengan potensi luar biasa sekalipun belum tentu bisa dikembangkan menjadi objek wisata yang berkelanjutan.
“Sering kali kami menemukan desa yang indah, tapi tidak ada yang mengelola atau masyarakatnya kurang tertarik.
Maka itu belum bisa kami tetapkan sebagai desa wisata,” kata Arianto.
Penetapan desa wisata, lanjut Arianto, dilakukan melalui proses seleksi langsung di lapangan, termasuk observasi dan dialog dengan warga serta tokoh desa.
Dinas Pariwisata juga bekerja sama lintas sektor untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pemberdayaan.
“Penetapan ini bukan hanya status simbolik. Kami ingin desa wisata benar-benar hidup dan dikelola secara berkelanjutan,” tuturnya.
Arianto menambahkan, Dispar Kukar menggandeng dinas lain seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk memperkuat pembangunan desa dari berbagai aspek.
“Kami ini hanya sebagai pendamping. Pengelolaan tetap berada di tangan masyarakat melalui Pokdarwis dan pemerintah desa.
Tugas kami memberi pelatihan, edukasi, serta fasilitasi,”pungkasnya .
Dengan pendekatan ini, ia berharap desa-desa di Kukar bisa berkembang menjadi destinasi wisata yang mampu bertahan dalam jangka panjang, memberikan manfaat ekonomi bagi warga, serta memperkuat identitas lokal yang ada. (Adv/Yun)
Tags:
Arianto
eduwisata
obyek wisata kukar
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40