Kategory
Advertorial,
Diskominfo Kutai Kartanegara,
Kaltim,
Kutai Kartanegara,
29-05-2025 14:28:14
(Kegiatan pelatihan SPIP yang digelar Pemkab Kukar(Pkaltim)
PILAR KALTIM : Sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Inspektorat Daerah menggelar kegiatan pendampingan teknis pengisian Kertas Kerja Penilaian Mandiri SPIP Terintegrasi Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di aula Serbaguna Dispora Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kamis (29/05/2025).
Kegiatan dibuka Asisten II Setkab Kukar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ahyani Fadianur Diani.
Ahyani menegaskan pentingnya SPIP sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Pengisian kertas kerja SPIP dan penerapan manajemen risiko bertujuan membentuk sistem pengendalian yang efektif, sehingga kebijakan daerah dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum,” ujar Ahyani.
Ia juga menyoroti peran krusial SPIP dalam mendukung perencanaan dan penggunaan anggaran yang efisien serta mencegah potensi penyimpangan seperti korupsi dan pemborosan.
“Tiga elemen utama dalam pelaksanaan pemerintahan daerah yang saling berkaitan, yakni SPIP, Manajemen Risiko, dan Manajemen Kinerja,” ujarnya.
Ia menilai ketiganya berfungsi memperkuat akuntabilitas, meminimalkan risiko, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kegiatan pendampingan ini diikuti oleh asesor dari seluruh perangkat daerah dan kecamatan di Kukar,” tandas Ahyani.
Dia mengatakan mengingat banyaknya peserta, yakni 56 OPD termasuk kecamatan dan kelurahan, kegiatan tersebut dibagi dalam tiga sesi selama tiga hari berturut-turut.
Ahyani menjelaskan bahwa setiap perangkat daerah wajib mengisi sekitar 21 dokumen SPIP dengan teliti dan sesuai standar dibantu oleh tim dari BPKP Provinsi Kalimantan Timur.
“Pendampingan ini merupakan bagian dari kolaborasi teknis antara Pemkab Kukar dan BPKP,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa para asesor memiliki peran penting dalam mengevaluasi pengendalian internal dan memberikan rekomendasi perbaikan yang tepat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh asesor serius mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
“Target kita tahun ini adalah meningkatkan nilai SPIP Kukar, yang tahun lalu belum mencapai angka tiga. Harapannya, tahun ini bisa minimal mencapai nilai tersebut,” tambahnya.
Penilaian SPIP, kata Ahyani, tidak bisa dilakukan secara terpisah antar OPD karena saling terintegrasi.
Salah satu aspek penting dalam penilaian adalah efektivitas manajemen risiko.
Ia berharap kegiatan ini akan memperkuat kapasitas asesor di setiap OPD dan berdampak pada peningkatan skor SPIP Kukar di tahun 2025. (adv/yun)
Tags:
Kalimantan Timur
Kutai Kartanegara
Pemkab Kukar
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40