Pemerintah Kukar Hadir di Tengah Kenaikan Harga Beras, Stok GPM Ludes Diserbu Warga

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

Bupati Kukar bersama Kajari Kukar dan pejabat dilingkungan Pemkab saat foto bersama disela sela acara GPM di Tenggarong


PILAR KALTIM - Harga beras di pasaran yang mencapai Rp16 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram membuat masyarakat Kukar terbebani. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pun hadir dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan harga sekaligus menjaga ketersediaan beras.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menyebutkan stok beras SPHP Bulog saat ini aman. 

“Stok kita masih sangat banyak di gudang Bulog, tersedia sangat aman.

Kalau memang diperlukan, kita dropping lagi sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam GPM, beras SPHP dijual Rp11.700 per kilogram dengan subsidi ongkos angkut dari Pemda. Harga ini jauh di bawah harga pasar yang saat ini melambung. 

“Kemarin saat bersama Polres, dua hari sampai 21 ton beras habis. Artinya, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran pemerintah,” jelas Ananias.

Antusiasme warga memang tinggi.

Setiap pelaksanaan GPM, beras subsidi selalu menjadi incaran dan cepat habis. Bahkan dalam 1-2 jam, stok bisa langsung ludes. 

“Kadang-kadang kita terkendala dengan packing. Di Bulog kemasannya 50 kilo, harus direpacking lagi jadi 5 kilo.

Jadi stok ada, tapi distribusinya terkendala waktu,” katanya.

Meski begitu, Ananias memastikan stok beras SPHP cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Kukar. Ia menegaskan pemerintah akan terus menghadirkan GPM agar masyarakat tetap bisa mendapatkan beras murah di tengah harga pasar yang fluktuatif.

“Intinya, pemerintah hadir saat masyarakat kesulitan. Dengan beras SPHP berkualitas premium tapi harga medium, warga bisa terbantu,” tutupnya.

(Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara

gerakan pangan murah

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar