Pemerintah Desa di Tenggarong Seberang Sambut Investasi Malaysia

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

Kepala Desa Loa Raya, Martin


PILAR KALTIM - Pemerintah desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyatakan kesiapan menyambut investasi besar-besaran dari Malaysia. 

Melalui PT Megah Utama Mandiri (MUM), investor asal Negeri Jiran itu berencana mengembangkan lahan seluas lebih dari 1.000 hektare untuk sektor perkebunan, industri, pariwisata, hingga permukiman.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyebut empat desa yang masuk dalam rencana pengembangan adalah Loa Raya, Loa Pari, Loa Ulung, dan Tanjung Batu. Ia menjelaskan, masing-masing desa akan difokuskan pada bidang yang sesuai dengan potensi wilayahnya. 

“Loa Raya akan diarahkan ke budidaya komoditas unggulan seperti durian, pisang, dan singkong. Loa Pari dikembangkan sebagai sentra agrowisata dan perkebunan.

Loa Ulung untuk kawasan permukiman, dan Tanjung Batu menjadi pusat industri dan pengolahan hasil pertanian,” paparnya pada Senin (1/9/2025).

Martin menegaskan, skema kerja sama tetap menjaga kepemilikan lahan masyarakat. Sistem yang digunakan adalah bagi hasil, dengan masyarakat tetap pemilik sah lahan dan mendapat 25 persen dari pendapatan usaha. 

“Skemanya sudah disepakati, masyarakat tetap jadi pemilik lahan dan akan mendapatkan bagian hasil secara adil. Ini jadi model kolaboratif yang bisa memberdayakan desa,” ujarnya.

Pembangunan pabrik pengolahan pertanian akan menjadi salah satu prioritas utama.

Desa Tanjung Batu dipilih sebagai lokasi karena akses strategis ke jalur sungai, serta adanya rencana pembangunan pelabuhan kecil untuk memperkuat distribusi logistik.

Selain sektor pertanian dan industri, proyek ini juga mencakup pembangunan kawasan hunian modern secara bertahap. Proses pembebasan lahan dilakukan secara sukarela, sementara perekonomian lokal akan tetap digerakkan melalui koperasi desa dan BUMDes.

Martin optimistis investasi ini dapat menjadi peluang besar bagi desa-desa di Tenggarong Seberang. Menurutnya, keterbukaan dan profesionalisme menjadi kunci agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh warga. 

“Ini bukan hanya soal investasi asing.

Ini tentang menciptakan masa depan baru bagi desa-desa kami. Dengan keterlibatan aktif warga dan pengawasan yang baik, manfaatnya akan sangat terasa,” pungkasnya. (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Tanjung Batu

Desa Loa Raya

Kecamatan Tenggarong Seberang

Loa Pari

Loa Ulung

Tenggarong Seberang