Pemdes Purwajaya Dorong Penanganan Fosil Raksasa Jadi Ikon Wisata Baru

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto


PILAR KALTIM - Pemerintah Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), memastikan akan menindaklanjuti penemuan batu fosil berukuran raksasa di wilayah RT 15. Fosil yang baru terungkap sepanjang 24 meter itu diperkirakan masih memiliki sisa beberapa meter lagi tertimbun dalam tanah hingga mencapai total 30 meter beberapa pekan yang lalu. 

Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, menyebut penggalian sementara harus dihentikan lantaran keterbatasan alat dan tenaga teknis. 

“Untuk saat ini, kami baru berhasil mengungkap 24 meter. Tapi indikasinya bisa sampai 28 atau bahkan 30 meter.

Kami masih menunggu dukungan teknis untuk melanjutkan penggalian,” ujarnya pada Senin (1/9/2025).

Pemerintah desa menilai fosil tersebut memiliki nilai strategis, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun potensi pariwisata. Karena itu, pihaknya mulai menjalin komunikasi dengan Dinas Pariwisata Kukar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar temuan ini dapat diteliti lebih lanjut.

Langkah promosi juga telah dipersiapkan. Sebuah replika fosil sepanjang 20 meter dirancang untuk dipamerkan di Museum Samarinda, dengan tujuan memperkenalkan Purwajaya sebagai daerah yang memiliki kekayaan geologi unik.

“Kami ingin memanfaatkan momentum ini.

Temuan fosil ini bisa menjadi ikon baru Purwajaya, bahkan Kukar secara keseluruhan. Kami butuh dukungan agar ini bisa dikelola dengan baik, bukan hanya jadi cerita,” tutur Sucipto.

Ia menambahkan, apabila dikelola secara serius, temuan ini mampu memberi manfaat berlapis. Selain memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, juga dapat memberikan dampak ekonomi melalui pengembangan wisata edukasi dan geowisata.

“Kami optimis, dengan kerja sama lintas sektor, potensi ini bisa dikembangkan menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya.(Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Desa Purwajaya

Kutai Kartanegara