Kategory
Dinas Pariwisata Kukar,
06-05-2025 10:38:00
(Pantai Ambalat Kukar)
PILAR KALTIM : Pantai Ambalat di Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), semakin mencuri perhatian sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.
Sejak dibuka pada tahun 2010, kawasan ini terus berkembang pesat, tak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karya Ambalat, Saharuddin, menyebut pembukaan Pantai Ambalat tak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar.
“Beliau meresmikan langsung pembukaan pantai ini. Sejak itu, pengembangan kawasan ini terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak,” ujarnya Sabtu (03/05).
Percepatan perkembangan kawasan ini ditandai dengan masuknya listrik PLN pada 2018. Menurut Saharuddin, hal tersebut menjadi momentum penting yang mendorong hadirnya investor dan pelaku usaha wisata di kawasan tersebut.
Berbagai penginapan dan fasilitas hiburan mulai bermunculan dan mendongkrak daya tarik wisata.
Kini, pengunjung dapat menikmati beragam fasilitas seperti Mentari, 119, Liko Resort, Beach Camp, Ampora Resort, dan Udai Umami.
“Dengan bertambahnya vila dan resort, banyak wisatawan luar daerah yang mulai datang, bahkan menginap beberapa hari,” kata Saharuddin
Puncak kunjungan wisata terjadi saat libur Lebaran. Saharuddin menyebutkan jumlah kendaraan yang tercatat sekitar 800 unit, terdiri dari mobil dan motor.
“Kalau dihitung jumlah orang, kira-kira mencapai 2.000 hingga 3.000 pengunjung dalam sehari. Lonjakan ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Pantai Ambalat sebagai tujuan wisata,” ungkapnya
“Untuk tarif masuk, mobil dikenakan Rp30.000 dan motor Rp15.000.
Khusus mobil, tiket sudah termasuk souvenir berupa saraba, minuman jahe buatan ibu-ibu PKK dari Kelurahan Amborawang Laut,” lanjutnya.
Menurutnya hal tersebut juga bagian dari upaya mendukung dan mendorong promosi produk lokal. Selain itu untuk jam operasional pantai berlangsung 24 jam setiap hari.
Untuk pendapatan sendiri ia mengaku dengan akhir pekan sebagai waktu terpadat, pantai tersebut mampu menghasilkan pendapatan Rp5-10 juta per pekan.
Dirinya juga menambahkan fasilitas umum pun terus ditambah, seperti gazebo, mushola, jembatan laut, dan penyewaan ATV.
“Dispar Kukar turut berkontribusi dalam pengembangan ini, melalui bantuan tenda glamping, sarnafil, serta pelatihan pengelolaan wisata berbasis masyarakat,” tandasnya.
Saharuddin menambahkan, kegiatan budaya seperti Arba Mustamir rutin digelar setiap Rabu terakhir bulan Safar, memperkuat identitas lokal sekaligus menarik minat wisatawan. Selain itu, sektor UMKM juga tumbuh, dengan banyak warga membuka warung makan dan homestay.
“Kami harap ke depan, akses jalan dan layanan kebersihan bisa ditingkatkan.
Itu sangat penting bagi kenyamanan pengunjung,” tutupnya.
Sementara itu Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan Pantai Ambalat.
“Kami melihat Pantai Ambalat memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan berbasis komunitas,” kata Ridha
Ia menilai peran Pokdarwis sangat vital dalam pengembangan destinasi wisata, sebab itu dirinya mengapresiasi peran-peran Pokdarwis yang aktif dalam mengembangkan dan memproduktifkan destinasi potensi wisatanya.
“Kami akan terus mendorong penguatan kapasitas mereka melalui pendampingan dan program-program pemberdayaan,” Tutup Ridha (Adv/Yun)
Tags:
dinas pariwisata kukar
Pariwisata
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40