Over Kapasitas, Gubernur Kaltim Anggarkan Rp 20 Miliar Penyelesaian Bangunan Baru Lapas Perempuan Tenggarong

                                                                                                                                                                   Kutai Kartanegara

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud didampingi Istri dan Sekda Kukar Sunggono serta jajaran Kalapas Perempuan Tenggarong (Pkaltim)


PILAR KALTIM - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meninjau langsung kondisi Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong usai mengikuti Rapat Koordinasi bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga binaan, aktivitas pembinaan, sekaligus meninjau pembangunan gedung lapas yang hingga kini belum rampung.

Dalam kunjungannya, Rudy menyampaikan bahwa penyelesaian pembangunan Lapas Perempuan Tenggarong harus menjadi perhatian bersama mengingat kondisi hunian yang sudah jauh melampaui kapasitas. 

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan aspek kemanusiaan.

“Kami ingin melihat langsung situasi dan kondisinya agar penyelesaian bangunan ini menjadi salah satu prioritas. Saat ini kapasitas hunian lapas hanya sekitar 135 orang, namun kenyataannya dihuni lebih dari 340 hingga 350 warga binaan,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi ruang hunian yang padat dan pengap. Rudy menilai, kondisi tersebut harus segera ditangani agar warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan fasilitas yang lebih layak.

Berdasarkan laporan Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, seharusnya seluruh warga binaan perempuan yang masih dititipkan di lapas dewasa laki-laki di berbagai daerah dapat dipusatkan di Tenggarong. 

Kendati demikian, karena kapasitas lapas telah melebihi 200 persen bahkan mendekati 300 persen, rencana tersebut belum bisa direalisasikan.

“Harapan kami ke depan, seluruh lapas perempuan di Kalimantan Timur nantinya dapat terpusat di Tenggarong apabila pembangunan ini dapat diselesaikan.

Bangunan yang baru masih setengah jadi, sehingga kami sedang mengupayakan formulasi pembiayaannya agar bisa memperoleh anggaran untuk menyelesaikan pembangunan tersebut,” katanya.

Rudy mengungkapkan total kebutuhan anggaran penyelesaian pembangunan mencapai sekitar Rp 28 miliar. Dari jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengalokasikan sekitar Rp 8 miliar, sehingga masih dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp20 miliar. 

Ia menegaskan, nilai kemanusiaan jauh lebih penting dibanding besarnya anggaran yang harus disiapkan.

Menurut Rudy, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mengkaji kemungkinan penyelesaian pembangunan melalui pergeseran anggaran maupun pengalokasian pada tahun anggaran berikutnya.

"Nantinya kita akan lakukan proses perencanaan anggaran lebih dahulu agar masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai dasar penganggaran," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, mengatakan kunjungan Gubernur menjadi angin segar bagi upaya penyelesaian pembangunan Lapas Perempuan Tenggarong yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran. 

"Kita berharap perhatian Pemerintah Provinsi dapat mempercepat penyelesaian proyek tersebut, mengingat lapas ini menampung warga binaan perempuan dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur," harapnya.

Di sisi lain, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti, menjelaskan bahwa lapas yang dipimpinnya merupakan satu-satunya lapas perempuan di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara. 

Saat ini jumlah warga binaan telah mencapai 357 orang, jauh di atas kapasitas ideal sebanyak 135 orang. Bahkan, satu kamar dihuni 42 hingga 43 orang sehingga kondisi tersebut dinilai sudah tidak layak dari sisi kemanusiaan.

Selain mampu menampung lebih banyak warga binaan perempuan dari seluruh Kalimantan Timur, penyelesaian pembangunan juga akan menghadirkan ruang pembinaan yang lebih representatif sehingga pelayanan pemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal.

"Untuk pembangunan gedung sendiri ini baru dapat diselesaikan menunggu anggarannya seperti disampaikan Pak Gubernur, saat ini kapasitas Lapas Perempuan Tenggarong diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 700 orang," tutup Riva.

(Nur)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Lapas Perempuan Tenggarong

Gubernur Kaltim

Kutai Kartanegara

Pemprov Kaltim

Rudy Mas'ud

Sunggono

Tenggarong