Muara Siran Hadapi Kendala Infrastruktur Dasar

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor


PILAR KALTIM - Desa Muara Siran di Kecamatan Muara Kaman menghadapi tantangan besar dalam pembangunan. Letaknya yang dikelilingi rawa dan dipisahkan aliran sungai membuat aktivitas warga bergantung pada perahu serta jembatan sederhana. Kondisi tersebut kerap menjadi hambatan utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus segera ditangani.

Menurutnya, penyediaan air bersih dan jembatan penghubung antarpermukiman merupakan kebutuhan paling mendesak saat ini.

“Kalau proyek di atas Rp200 juta harus dilelang lewat kabupaten, sementara dana desa kami terbatas. Jadi benar-benar harus dicari cara agar pembangunan tetap berjalan,” ungkapnya, pada Kamis (18/9/2025). 

Keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa mencari alternatif. Salah satunya dengan mengalihkan pengelolaan air bersih kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Langkah ini diharapkan dapat menjamin distribusi lebih efisien sekaligus membuka peluang pengelolaan berkelanjutan ke depan.

Selain infrastruktur utama, pemerintah desa juga membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum serta mendirikan pendopo di area pemakaman. 

"Fasilitas sosial dasar ini menjadi prioritas karena kebutuhan masyarakat masih sangat terbatas," ujarnya. 

Lanjutnya, ia menyatakan bahwa sebagai desa dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor perikanan, sarana penunjang seperti perahu dan alat tangkap juga mendesak. Namun, hasil tangkapan nelayan sulit dipasarkan ke luar wilayah akibat minimnya akses jalan darat. 

"Situasi ini membuat potensi ekonomi desa belum bisa berkembang optimal," lanjutnya. 

Minimnya konektivitas antar desa turut berdampak pada sektor lain. Potensi wisata alam yang sebenarnya memiliki daya tarik masih sulit digarap karena transportasi tidak mendukung.

Padahal, jika jalur darat terhubung dengan baik, peluang pengembangan ekonomi desa akan semakin besar.

Berbagai usulan telah disampaikan pemerintah desa melalui forum perencanaan pembangunan tingkat kecamatan hingga kabupaten. Namun, perhatian dari pihak terkait dinilai belum sebanding dengan urgensi kebutuhan masyarakat setempat.

Ishan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan infrastruktur dasar di Muara Siran. 

“Kami butuh lebih dari sekadar bantuan rutin. Warga ingin jalan, jembatan, dan air bersih yang memadai agar kehidupan bisa lebih layak,” pungkasnya.(Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

BUMDes

Desa Muara Siran

Kutai Kartanegara