Muara Kaman, Kecamatan Yang Miliki Potensi Wisata Sejarah

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dinas Pariwisata Kukar

(Camat Muara Kaman. H Barliang)


Adv 67 tayang 10/05

 

PILAR KALTIM : Muara Kaman, merupakan salah satu kecamatan tertua di Kalimantan Timur, menyimpan kisah kejayaan masa lalu yang membentuk akar peradaban di wilayah ini.

Meski menyandang nilai sejarah yang tinggi, potensi wisata di daerah ini masih belum tergarap secara maksimal. Berbagai situs bersejarah seperti Lesong Batu menjadi saksi bisu peradaban masa lampau yang kaya akan nilai budaya.

Sayangnya, hingga kini belum ada pengembangan signifikan yang mampu mengangkat kawasan tersebut menjadi magnet wisata utama di Kutai Kartanegara.

Hal tersebut diungkapkan Camat Muara Kaman, Barliang, ia mengungkapkan saat ini sektor pariwisata di Muara Kaman belum maksimal.

“Selama tiga tahun saya menjabat sebagai Camat, saya merasa belum bisa berbuat banyak sesuai harapan masyarakat, terutama dalam mengembangkan sektor pariwisata ini,” ujar Barliang Kamis (08/05).

Meski demikian, ia mengaku sejumlah kemajuan tetap dicapai, terutama dalam hal infrastruktur dasar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan pengaspalan dan semenisasi jalan sepanjang sekitar satu kilometer.

Namun, permasalahan klasik seperti banjir musiman terus menjadi penghambat utama karena merusak akses jalan, terutama di sekitar bantaran sungai.

Di tengah keterbatasan tersebut, Muara Kaman tetap menarik perhatian publik.

Wilayah ini pernah menjadi bagian dari kunjungan peserta Kongres Agama Hindu yang digelar di Balikpapan, yang diikuti tamu dari berbagai daerah dan luar negeri.

“Saya pernah menyambut tamu dari Bali dan Australia dalam acara tersebut, yang juga menjadikan Muara Kaman sebagai bagian dari kunjungan,” katanya.

Barliang menegaskan pentingnya dukungan lebih besar dari berbagai pihak, khususnya dalam penyediaan fasilitas wisata yang memadai.

Menurutnya, pengembangan wisata sejarah tidak hanya soal pelestarian warisan leluhur, tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan ekonomi lokal.

 “Ini bisa jadi penggerak ekonomi baru bagi warga kami,” tambahnya

Kondisi ini pun mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata Kukar. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pemasaran, Awang Ivan Ahmad, menilai bahwa potensi sejarah Muara Kaman sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik.

 “Dengan potensi besar yang dimiliki, Muara Kaman diharapkan dapat menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Kutai Kartanegara di masa mendatang,” ujar Ivan saat dikonfirmasi awak media.

Ivan menambahkan bahwa strategi promosi terpadu, penguatan narasi sejarah, dan pembangunan infrastruktur pendukung adalah langkah penting yang perlu segera dilakukan.

Tak hanya menarik wisatawan, dirinya menilai hal ini juga bisa meningkatkan kebanggaan masyarakat atas sejarah leluhurnya.

“Tentunya untuk mewujudkan harapan besar tersebut, kita sangat memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta untuk menghidupkan kembali kejayaan wisata disana,” pungkasnya

Dengan berbagai upaya tersebut Ivan yakin Muara Kaman, bukan hanya sebagai cerita dalam buku sejarah, tetapi sebagai destinasi wisata yang hidup. (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

dinas pariwisata kukar

muara kaman