Mecaq Undat 2025: Harmoni Tradisi, Ketahanan Pangan, dan Pariwisata Dayak Lepoq Tukung

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dinas Pariwisata Kukar

(Mecaq Undat tahun 2024 lalu)


PILAR KALTIM : Desa Tukung Ritan dan Ritan Baru di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, kembali menggelar pesta adat tahunan Mecaq Undat.

Tradisi ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas keberhasilan masa tanam dan panen yang telah dilalui masyarakat adat Dayak Kenyah Lepoq Tukung.

Perayaan Mecaq Undat tahun ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 1 hingga 5 Mei 2025. Desa Tukung Ritan didapuk sebagai tuan rumah utama, dengan kegiatan dipusatkan di Balai Bioq sebagai lokasi utama penyelenggaraan.

Tradisi panen ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah desa dan masyarakat lokal. Semangat gotong royong dan keterlibatan aktif warga menjadi ciri khas yang menguatkan penyelenggaraan acara dari tahun ke tahun.

Kepala Desa Tukung Ritan, Ubang Ului, menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini adalah pelestarian budaya dan penguatan ketahanan pangan.  Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk terus dihidupkan di tengah perubahan zaman.

“Tahun sebelumnya, acara dipusatkan di Desa Ritan Baru.

Namun, tahun ini hadir suasana berbeda dengan berpindahnya lokasi ke Tukung Ritan, tanpa mengurangi makna dari setiap rangkaian acara yang diselenggarakan,” ujarnya Rabu (30/04).

Ia mengatakan sejumlah kegiatan yang menjadi bagian inti perayaan antara lain adalah ritual adat sebagai bentuk syukur, pertunjukan seni tradisional dan modern, serta pameran hasil lokal masyarakat Dayak.

Pesta panen ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang pelestarian warisan leluhur.

“Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat identitas budaya dan menarik minat wisatawan, baik lokal maupun internasional,” ungkap Ubang Ului.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk mendorong agar Mecaq Undat masuk dalam kalender budaya resmi Provinsi Kalimantan Timur.

Menanggapi festival tersebut Plt. Kabid Promosi Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, juga menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Mecaq Undat.

Ia menilai kegiatan budaya ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan daerah.

“Kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai jual tinggi jika dikemas dengan baik. Kami melihat potensi Mecaq Undat tidak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga mancanegara, karena mengandung nilai-nilai otentik yang jarang ditemukan di tempat lain,” jelasnya.

Menurut Ivan, perpaduan antara budaya, pangan lokal, dan potensi wisata menjadikan Mecaq Undat sebagai simbol kemandirian masyarakat Dayak Kenyah.

 “Mereka membuktikan bahwa modernisasi tidak harus menghapus tradisi, melainkan bisa menjadi mitra dalam pelestariannya,” pungkasnya.

(Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

dinas pariwisata kukar