Loa Sakoh Dorong Transformasi Layanan Publik Lewat Aplikasi Digital

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

aplikasi simple desa milik Desa Loa Sakoh


PILAR KALTIM - Desa Loa Sakoh, Kecamatan Kembang Janggut, menjadi salah satu pelopor transformasi layanan publik berbasis digital di Kutai Kartanegara. Sejak 2021, desa ini memperkenalkan Simple Desa, aplikasi Android yang memindahkan berbagai urusan administratif dan informasi desa langsung ke genggaman warga.

Sekretaris Desa Loa Sakoh, Herdi, menjelaskan aplikasi tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Telkom. Melalui Simple Desa, warga dapat mengurus administrasi, memantau Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), melihat grafik data desa, hingga mengajukan surat tanpa harus datang ke kantor desa. 

“Cukup mendaftar pakai NIK dan nomor HP, warga bisa pantau informasi dan urus surat dari rumah.

Setelah selesai, mereka tinggal ambil surat ke kantor. Praktis dan efisien,” terangnya, pada Sabtu (27/9/2025). 

Lebih dari sekadar administrasi, Simple Desa juga menyediakan fitur toko daring untuk mendukung pelaku usaha lokal. Tak hanya itu, terdapat fitur mitigasi bencana yang memungkinkan warga mengirimkan notifikasi darurat lengkap dengan titik lokasi kejadian. 

“Kalau ada kebakaran atau kejadian gawat, warga bisa serlok lokasi langsung lewat aplikasi.

Jadi semua orang bisa merespons lebih cepat,” tambahnya.

Kehadiran aplikasi ini mendapat respon positif dari kalangan muda dan warga produktif yang akrab dengan teknologi. Namun, tantangan muncul karena sebagian besar penduduk Loa Sakoh berusia lanjut dan belum terbiasa dengan layanan digital.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah desa rutin melakukan sosialisasi dan pelatihan. 

“Kami akui, belum semua warga bisa pakai aplikasi dengan maksimal. Sebagian besar dari mereka perlu pendampingan, dan itu yang kami terus lakukan lewat pelatihan,” tandasnya.(Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Loa Sakoh

Kembang Janggut

Kutai Kartanegara