Kemarau Panjang, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Heat Stroke dan Diare

                                                                                                                                                                   Kutai Kartanegara

Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan Dinkes Kukar, Budy Setiawan (PKaltim)


PILAR KALTIM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau.

Selain diare, masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan juga diminta mewaspadai heat stroke atau serangan panas akibat paparan suhu tinggi dalam waktu lama.

Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Kukar, Budy Setiawan, mengatakan kondisi cuaca panas perlu diantisipasi dengan menjaga pola hidup sehat dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Ia juga mengingatkan masyarakat memperhatikan kebersihan makanan dan minuman untuk menekan risiko diare selama musim kemarau.

“Seharusnya memang kita harus mengutamakan makanan dan minuman yang bersih,” ujar Budy, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, aktivitas di bawah terik matahari sebaiknya dikurangi, terutama jika tidak ada keperluan mendesak. Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diminta memperhatikan kondisi tubuh dan menghindari paparan panas terlalu lama.

“Kalau tidak mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar,” katanya.

Budy juga meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala penyakit yang muncul.

Keluhan seperti muntah atau diare berlebihan perlu segera diperiksakan agar mendapatkan penanganan sejak dini.

“Kalau muntah atau diare berlebihan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Dinkes Kukar, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga kini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tren kasus masih relatif stagnan meski musim kemarau sedang berlangsung.

Namun, potensi peningkatan ISPA tetap perlu diwaspadai apabila kemarau disertai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap dan debu dari kebakaran dapat menurunkan kualitas udara serta memicu gangguan pernapasan.

“ISPA masih stagnan, tetapi karhutla bisa memicu peningkatan kasus,” jelas Budy.

Dinkes Kukar mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama musim kemarau.

Warga diminta memperbanyak minum air putih, menjaga kebersihan makanan dan minuman, mengonsumsi makanan bergizi, serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika cuaca sangat panas.

“Jaga kondisi tubuh selama kemarau dan jangan abaikan gejala penyakit,” pungkasnya. (Nur)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Kemarau Panjang

dinas kesehatan kukar

Kutai Kartanegara