Keberagaman Etnis Kukar Menghidupkan Warisan Budaya Lewat Seni Tradisional

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dinas Pariwisata Kukar

(Penampilan Tari Jepen di Event Erau)


PILAR KALTIM : Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikenal sebagai daerah yang kaya akan keberagaman etnis. Keberagaman ini bukan sekadar identitas sosial, tetapi juga tercermin kuat dalam bentuk seni pertunjukan yang hidup di tengah masyarakat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri, menyampaikan bahwa kelompok-kelompok seni berbasis etnis memberikan kontribusi besar dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Kukar.

“Banyak kelompok seni di Kukar terbentuk dari ikatan etnis seperti Kutai, Bugis, Banjar, Dayak, Jawa, dan lainnya. Mereka bukan hanya pelaku seni, tapi juga penjaga tradisi,” ujarnya Rabu (14/05).

Menurut Zikri, meskipun tidak semua kelompok ini berbentuk sanggar resmi, mereka tetap aktif dalam berbagai kegiatan budaya.

“Di Kukar, selain sanggar resmi seperti Olah Bebaya, ada banyak komunitas seni yang lahir dari inisiatif masyarakat.

Meski tidak berbadan hukum, kontribusinya besar dalam menjaga kebudayaan,” jelasnya.

Zikri menyebut kelompok seni ini rutin tampil dalam acara adat, festival daerah, hingga kegiatan keagamaan.

Beberapa di antaranya bahkan langganan tampil di event besar seperti Festival Erau, Festival Borneo, dan berbagai program promosi pariwisata Kukar lainnya.

“Aktivitas mereka memperkaya suasana dan memperkuat identitas lokal di hadapan pengunjung baik lokal maupun luar daerah, ini sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan daerah,” jelasnya.

Ia mengatakan salah satu pertunjukan khas yang kerap tampil adalah tari Jepen. Tari ini menjadi ikon seni budaya Kukar yang sarat dengan makna sejarah, spiritualitas, dan akulturasi budaya Melayu serta Islam.

“Tari Jepen adalah simbol budaya kita. Gerakannya ritmis, dinamis, dan mengandung pesan moral serta estetika tinggi,” ungkap Zikri.

Keunikan tari Jepen terletak pada kostum warna-warni, iringan musik gambus yang khas, serta gerakan yang mengandung filosofi lokal.

“Penampilan tari ini biasanya dilakukan dalam acara resmi pemerintah, pernikahan adat, hingga penyambutan tamu kehormatan sebagai bentuk penghormatan budaya,” tuturnya .

“Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang terpesona ketika menyaksikan tari Jepen secara langsung.

Ini adalah bagian dari kekuatan budaya kita yang bisa dijadikan daya tarik wisata,” tambah Zikri

Dalam hal ini Dispar Kukar sangat mengapresiasi eksistensi komunitas seni, baik yang formal maupun non-formal.

“Kami memandang mereka sebagai aset budaya. Karena itu, kami terus berupaya untuk memberikan ruang tampil, pelatihan, dan pembinaan agar seni pertunjukan ini bisa berkembang lebih baik lagi,” tegasnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan kelompok seni berbasis etnis tersebut agar pelestarian budaya berjalan berkelanjutan.

Dispar Kukar juga mendorong sinergi antar komunitas lintas etnis sebagai wujud kerukunan dan kekayaan identitas daerah.

Dengan langkah tersebut, seni pertunjukan berbasis etnis seperti tari Jepen diyakini akan tetap hidup dan menjadi pilar penting dalam membangun citra budaya Kukar, baik sebagai daerah bersejarah maupun destinasi wisata budaya yang bernilai tinggi. (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

dewan kesenian

kesenian lokal

seni budaya

seni budaya daerah