Jumpamu di Kelurahan Melayu Tekan Timbulan Sampah Sekolah

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

Program Jemput Sampah Melayu (Jumpamu)


PILARKALTIM: Inovasi Jemput Sampah Melayu (Jumpamu) yang digagas Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, mulai menunjukkan hasil positif. Program ini melibatkan sekolah-sekolah untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini.

Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, melalui Kasi Pembangunan Taufik Anwar, menyebut kerja sama dengan sekolah diawali dengan penandatanganan MoU selama satu tahun. SDN 009, SMPN 3, dan MTs Al-Kautsar menjadi sekolah pertama yang terlibat.

“Program Jumpamu ini sudah mulai berjalan dan alhamdulillah hasilnya cukup baik,” ujarnya, pada Selasa (30/9/2025).

Mekanismenya, setiap Sabtu pihak sekolah menyerahkan sampah yang dikumpulkan siswa kepada bank sampah.

Pola ini sekaligus mendukung program Adiwiyata yang menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan di sekolah.

Edukasi tentang kebiasaan memilah dan mengurangi plastik sekali pakai juga diberikan, termasuk ajakan membawa wadah makan dan minum sendiri. Taufik menilai langkah kecil itu sangat penting.

“Pengelolaan sampah memang harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing,” katanya.

Bank sampah yang menjadi mitra turut mendukung dengan sistem penjemputan rutin serta pengelolaan tabungan sampah.

Dampaknya terlihat nyata, seperti di SMPN 3 yang berhasil menekan timbulan sampah dari 40 kilogram per minggu menjadi jauh lebih rendah setelah dua bulan program berjalan.

Ke depan, Kelurahan Melayu berencana memperluas cakupan Jumpamu ke sekolah-sekolah lain. Harapannya, pola kolaborasi ini dapat memberi dampak lebih luas terhadap kebersihan lingkungan.

Selain bernilai ekologis, program ini juga menghadirkan manfaat ekonomis karena sampah kertas dan plastik yang terkumpul bisa dijual kembali.

“Program Jumpamu kami dorong agar menjadi budaya bersama. Dengan begitu, pengelolaan sampah di Kelurahan Melayu bisa lebih tertata, mendukung program Adiwiyata, dan sekaligus sejalan dengan upaya mewujudkan Kukar yang bersih dan sehat,” pungkasnya.(adv/yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Kelurahan Melayu

Kutai Kartanegara

sampah organik