Hortikultura Jadi Harapan Pertanian Samboja Barat

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Advertorial
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diskominfo Kutai Kartanegara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Kutai Kartanegara

Pertanian di Samboja Barat


PILAR KALTIM - Pemerintah Kecamatan Samboja Barat menilai keterbatasan lahan menjadi tantangan utama pengembangan sektor pertanian. Camat Burhanuddin menyebut, sebagian besar sawah di wilayahnya kini sudah berubah fungsi menjadi kawasan permukiman. 

“Untuk padi, kami sangat terbatas. Lahan hanya sekitar 55 hektare.

Selebihnya sudah berubah jadi pemukiman,” ujarnya, pada Jumat (22/8/2025). 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat ketersediaan pangan berbasis padi semakin berkurang. Kebutuhan masyarakat terus meningkat, namun luas lahan yang ada tidak lagi mampu menopang produksi. 

“Jumlah 55 hektare itu jelas sangat kecil dibandingkan kebutuhan warga,” katanya.

Kendala lain yang dihadapi adalah sumber air. Menurutnya, sulitnya pasokan air membuat kualitas padi tidak maksimal dan biaya operasional menjadi lebih besar. 

“Kalau air susah, otomatis biaya lebih besar.

Banyak tanah yang akhirnya tidak digarap,” ungkapnya.

Burhanuddin menambahkan, sebagian pemilik lahan memilih menjual atau mengalihfungsikan sawah menjadi kaplingan. Hal ini semakin mempersempit ruang gerak petani untuk mengembangkan usaha tani berbasis padi. 

“Ada lahan yang akhirnya dibiarkan kosong, bahkan ada yang berubah jadi kaplingan,” jelasnya.

Meski menghadapi keterbatasan, sektor pertanian di Samboja Barat masih memiliki peluang. Hortikultura, terutama sayur hidroponik, kini menjadi salah satu penopang utama perekonomian warga. 

“Sekarang hortikultura jadi harapan baru bagi petani di Samboja Barat,” sebut Burhanuddin.

Produksi sayuran hidroponik bahkan sudah berkembang pesat.

Kecamatan ini disebut sebagai salah satu pemasok utama untuk pasar Balikpapan yang berdekatan dengan wilayah Samboja Barat. 

“Kelurahan Bukit Merdeka bantu suplai 80 persen kebutuhan sayuran hidroponik ke Balikpapan,” tuturnya.

Jenis sayuran yang paling banyak dihasilkan adalah sawi dan beragam sayuran daun lainnya. Baharuddin menilai potensi ini membuat Samboja Barat dikenal luas sebagai sentra hortikultura berbasis hidroponik di Kukar. 

“Sawi dan sayur daun lain cocok ditanam dengan sistem hidroponik, dan hasilnya sudah terbukti bagus,” ucapnya.

Dengan keberhasilan tersebut, pihak kecamatan berharap pemerintah daerah lebih fokus mendukung pengembangan hortikultura. Dukungan tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga akses pupuk dan jaminan pemasaran. 

“Hidroponik sudah terbukti menopang ekonomi warga.

Tinggal bagaimana kita kembangkan lebih serius,” pungkasnya. (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Diskominfo Kukar

Kutai Kartanegara

Samboja