Festival Cenil 2025: Wadah Pelestarian Budaya dan Inovasi Desa Kota Bangun III

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dinas Pariwisata Kukar

(Festival cenil tahun lalu)


PILAT KALTIM : Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali bersiap menggelar ajang budaya tahunan, Festival Cenil, pada 30 April 2025.

Festival ini telah menjadi ikon desa dan bentuk nyata kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal, khususnya kuliner tradisional.

Pertama kali digelar pada 2018, Festival Cenil kini memasuki edisi kelima. Seiring waktu, kegiatan ini berkembang menjadi sarana penting untuk mempererat solidaritas warga dan mempromosikan warisan budaya secara lebih luas.

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, menjelaskan bahwa persiapan festival tahun ini telah mencapai sekitar 70 persen.

“Sejak awal April, warga bersama panitia aktif mempersiapkan acara, termasuk latihan seni, pendataan pelaku UMKM, hingga penataan panggung utama di halaman kantor desa,” tuturnya, Jumat (25/04).

Lilik menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan simbol kebanggaan kolektif warga.

“Kami melibatkan semua elemen desa. Mulai dari ibu-ibu pembuat cenil, anak-anak penampil seni, karang taruna, hingga pelaku UMKM,” ujarnya

Tahun ini, festival menargetkan menampilkan 70 varian cenil dengan inovasi rasa dan tampilan yang unik.

“Pengunjung dapat merasakan kreasi baru, seperti cenil bertopping keju, cokelat, dan rasa-rasa kekinian lainnya,” terang Lilik.

Tak hanya kuliner, Festival Cenil juga akan diramaikan pertunjukan seni tradisional.

Anak-anak desa yang rutin berlatih setiap sore akan menampilkan tarian daerah dan musik tradisional sebagai bentuk pembelajaran dan pelestarian budaya sejak dini.

 “Kami ingin mereka tumbuh dengan rasa bangga terhadap budaya sendiri,” tambah Lilik.

Selain panggung utama, panitia juga menyiapkan zona khusus untuk UMKM serta area swafoto bertema tradisional.

“Pengunjung bisa membeli produk lokal dan berdialog langsung dengan para pengrajin dan pelaku usaha kecil di desa,” jelasnya

Acara akan digelar dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA. Lilik berharap Festival Cenil tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berkontribusi terhadap promosi budaya dan peningkatan ekonomi warga melalui sektor UMKM.

Plt Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyatakan bahwa Festival Cenil telah menjadi bagian dari kalender resmi event daerah.

“Festival ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong warga dan potensi budaya yang luar biasa di Kukar. Kami harap ini terus berkembang menjadi destinasi kuliner dan budaya unggulan,” tutup Ivan (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

dinas pariwisata kukar

Festival

festival budaya

festival cenil