Ekonomi Loa Ulung Diperkuat Lewat Koperasi dan BUMDes

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria


PILAR KALTIM - Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, berupaya memperkuat ekonomi warganya dengan mengandalkan kelembagaan desa. Selain mengaktifkan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pasca pandemi, pemerintah desa kini mendorong hadirnya Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak baru.

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menjelaskan koperasi dibentuk untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha lokal, terutama pembudidaya ikan yang mengandalkan keramba di Sungai Mahakam. 

“Keramba sudah banyak berdiri. Maka koperasi akan mempermudah distribusi pakan dan bibit ikan secara kolektif,” terangnya, pada Jumat (28/9/2025). 

Lebih dari sekadar wadah jual beli, koperasi diarahkan agar mampu terintegrasi dengan sektor pariwisata sungai yang menjadi potensi unggulan desa. 

“Koperasi ini bagian dari strategi besar menjadikan Loa Ulung desa mandiri dengan daya saing wisata,” tegasnya.

Di sisi lain, BUMDes Loa Ulung tetap berperan mendukung ekonomi desa dengan fokus pada jasa transportasi dan penyewaan perlengkapan.

Armada pickup milik BUMDes juga kerap digunakan warga untuk mengangkut hasil panen, termasuk ikan dari keramba.

BUMDes yang berdiri hampir lima tahun lalu memang sempat terhenti selama pandemi. 
Namun setelah kembali aktif, lembaga ini mulai menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD), meskipun dalam skala terbatas. 

“Tahun ini pendapatan tertinggi sekitar tiga juta rupiah. Tapi keberlanjutan jauh lebih penting dari sekadar angka,” ungkap Hermi.

Ia berharap sinergi koperasi dan BUMDes mampu memperbaiki sistem ekonomi desa yang selama ini cenderung individualistis. 

Melalui kelembagaan yang kuat, Loa Ulung menargetkan efisiensi usaha, promosi wisata, hingga pemasaran produk unggulan desa secara lebih luas.

“Kehadiran koperasi ini harus menjadi momentum pembenahan sistem ekonomi desa secara menyeluruh,” pungkasnya.(Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

BUMDes

Kutai Kartanegara

Loa Ulung