Kategory
Kutai Kartanegara,
21-07-2026 06:47:48
Ketua Komisi I DPRD Kukar Agustinus Sudarsono menegaskan Sungai Asam memiliki peran penting (Nur/Pilar Kaltim)
PILAR KALTIM - Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) meminta pemerintah segera melakukan penanganan Sungai Asam di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Upaya normalisasi tersebut dinilai mendesak mengingat sekitar 60 hektare lahan persawahan di Desa Bangun Rejo berpotensi gagal tanam apabila aliran irigasi tidak segera dipulihkan.
Ketua Komisi I DPRD Kukar Agustinus Sudarsono menegaskan Sungai Asam memiliki peran penting sebagai sumber pasokan air bagi areal persawahan di kawasan tersebut.
“Langkah yang paling tepat adalah melakukan normalisasi Sungai Asam. Jika dibiarkan seperti sekarang, sekitar 60 hektare sawah berisiko tidak bisa ditanami,” kata Agustinus saat dikonfirmasi via telepon pada Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan aliran sungai saat ini tidak lagi optimal akibat pendangkalan, tumpukan sampah, serta banyaknya eceng gondok yang menghambat arus air. Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan anggaran normalisasi diperkirakan mencapai Rp500 juta, meski nominal itu dinilai belum mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh.
“Perkiraan dana sekitar Rp500 juta masih belum memadai apabila ingin menuntaskan normalisasi sungai secara optimal,” ujarnya.
Selain persoalan sedimentasi, Agustinus juga menilai keberadaan jembatan lama di Desa Embalut menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran sungai.
Tiang penyangga yang berada di tengah aliran membuat sampah dan tanaman air mudah menumpuk.
Karena itu, DPRD mengusulkan pembangunan jembatan baru tanpa tiang di tengah sungai dengan konstruksi beton dan kebutuhan anggaran sekitar Rp4 miliar.
“Solusi jangka panjangnya adalah membangun jembatan baru tanpa penyangga di tengah sungai sehingga aliran air tidak lagi terhambat. Estimasi biayanya sekitar Rp4 miliar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Embalut Yahya menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, pembangunan jembatan baru akan memberikan manfaat besar, baik dalam memperlancar distribusi air ke lahan pertanian maupun meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi warga di Desa Embalut serta Desa Bangun Rejo.
Maka dari itu Yahya berharap usulan normalisasi Sungai Asam tersebut beserta pembangunan jembatan baru dapat segera ditindaklanjuti sehingga pasokan air irigasi kembali normal dan produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga.
“Keberadaan jembatan baru akan sangat menunjang sektor pertanian karena suplai air ke sawah menjadi lebih lancar.
Di sisi lain, akses masyarakat untuk kegiatan ekonomi juga akan semakin mudah,” tutup Yahya. (Nur)
Tags:
Desa Bangun Rejo
DPRD Kukar
Kutai Kartanegara
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40