Kategory
Diskominfo Kutai Kartanegara,
29-09-2025 11:58:44
ilustrasi pesut mahakam
PILAR KALTIM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti potensi dampak pembangunan terhadap lingkungan perairan, khususnya habitat Pesut Mahakam.
Kepala DKP Kukar, Muslik, menegaskan pembangunan memang tidak bisa dihindari, namun harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian.
“Karena ini merupakan bagian dari proses pembangunan, kami berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pelaksanaan, terutama yang berkaitan dengan kaidah-kaidah lingkungan,” ujarnya, pada Senin (29/9/2025).
Muslik menjelaskan, dampak dari aktivitas pembangunan pada akhirnya bermuara pada kondisi perairan. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, hal itu bisa berpengaruh langsung pada ekosistem air dan sektor perikanan.
“Dampaknya bisa langsung terasa pada produksi ikan yang menjadi bagian penting dari sektor perikanan kita. Oleh karena itu, kehati-hatian sangat diperlukan,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan DKP Kukar hingga kini belum banyak dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan di sekitar kawasan perairan.
Informasi yang diperoleh sebagian besar masih berasal dari pemberitaan media.
“Kami belum dilibatkan secara langsung. Namun kami yakin, pada waktunya nanti, pihak-pihak yang berkepentingan akan dilibatkan secara lebih aktif,” katanya.
Terkait kekhawatiran masyarakat atas potensi gangguan terhadap habitat Pesut Mahakam akibat aktivitas tambang, seperti penambangan silika, Muslik menilai risiko tersebut bisa ditekan jika seluruh proses dijalankan sesuai aturan.
“Kalau kegiatan penambangan silika dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dampaknya bisa diminimalkan. Yang penting adalah bagaimana agar kegiatan ini bisa berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan, khususnya perairan yang menjadi habitat alami pesut,” jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, DKP Kukar telah menetapkan sejumlah kawasan konservasi perairan.
Pengelolaan kawasan tersebut, menurut Muslik, harus dijalankan dengan rencana tindak lanjut yang jelas agar efektif.
“Ini merupakan bagian dari strategi mitigasi kita, tidak hanya terhadap tambang kuarsa, tetapi juga terhadap seluruh aktivitas ekonomi yang ada di wilayah tersebut,” tambahnya.
Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Saya pikir pelestarian ini harus kita lakukan secara bersama-sama. Tidak bisa dilakukan secara sektoral atau sendiri-sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting, terutama jika kita ingin benar-benar menjaga kelestarian lingkungan, termasuk keberadaan pesut Mahakam,” pungkasnya.(Adv/Yun)
Tags:
Dinas Kelautan dan Perikanan
Kutai Kartanegara
Pesut Mahakam
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40