Kategory
Dinas Pariwisata Kukar,
07-05-2025 13:47:00
(Plt.Kadispar Kukar Arianto)
PILAR KALTIM : Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mulai mengubah pendekatan strategis dalam pengembangan sektor pariwisata.
Tidak lagi hanya mengandalkan penyelenggaraan festival atau event semata, kini Dispar mulai merancang kebijakan berbasis riset dengan melibatkan kalangan akademisi sebagai mitra utama.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan institusi pendidikan merupakan langkah krusial untuk menciptakan fondasi pembangunan pariwisata yang lebih kuat dan berjangka panjang.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengarahkan pembangunan pariwisata agar tidak berhenti pada euforia sesaat.
Menurut Arianto, para akademisi memiliki kemampuan untuk melihat persoalan dari sisi sosial, budaya, hingga ekonomi di setiap wilayah secara mendalam. Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam menyusun strategi jangka panjang yang relevan dan tepat sasaran.
“Kalangan akademik memiliki kapasitas analitis yang jadi dasar penting untuk merumuskan kebijakan ke depan,” ujarnya Rabu (05/05).
Ia mengatakan perubahan arah kebijakan ini menandai transformasi peran Dispar Kukar dalam membangun sektor pariwisata.
“Dari yang sebelumnya menitikberatkan pada banyaknya acara dan festival, kini lebih difokuskan pada penguatan sistem, pengembangan SDM, serta eksplorasi potensi lokal berbasis data dan kajian akademik,” jelasnya.
Arianto juga menyoroti bahwa program Kukar Kaya Festival yang selama ini mendominasi memang telah berhasil menciptakan suasana budaya yang hidup, namun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan akan pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Sekarang saatnya kita bicara kualitas, bukan hanya kuantitas. Kita ingin memperkuat destinasi, mendorong inovasi produk wisata, dan mengembangkan ekonomi kreatif yang berakar pada potensi lokal,” tegas Arianto.
Langkah konkret pertama yang akan dilakukan adalah pemetaan potensi wisata di seluruh kecamatan dengan pendekatan ilmiah.
Dispar Kukar bersama akademisi akan menyusun kajian mendalam untuk mengidentifikasi kekuatan tiap wilayah, sehingga pengembangan dapat dilakukan secara terarah dan efektif.
Hasil dari pemetaan ini akan dijadikan dasar dalam penyusunan peta jalan pembangunan pariwisata di Kukar.
Peta jalan ini akan mengatur strategi pengembangan destinasi sekaligus perencanaan peningkatan kapasitas SDM pariwisata secara spesifik dan kontekstual.
“Kami tidak hanya ingin membangun objek wisata, tapi juga orang-orang yang bekerja di dalamnya. Misalnya, kalau suatu kawasan punya potensi wisata alam, maka kita siapkan pelatihan untuk pemandu wisata dan pelaku usaha yang relevan dengan potensi tersebut,” tambah Arianto.
Dengan pendekatan baru yang lebih sistematis, Dispar Kukar berharap pariwisata daerah tak hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi berkembang menjadi sektor unggulan yang mampu menopang ekonomi daerah secara berkelanjutan dan berbasis pada keunikan lokal. (Adv/Yun)
Tags:
Arianto
dinas pariwisata kukar
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40