Dispar Kukar Fokus Tingkatkan SDM untuk Perkuat Tiga Subsektor Ekonomi Kreatif Unggulan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dinas Pariwisata Kukar

(Kabid Peningkatan SDM dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro)


PILAR KALTIM : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sektor ekonomi kreatif dengan strategi utama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerahnya.

Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kreatif di era persaingan ekonomi global dan nasional yang semakin ketat.

Kepala Bidang Peningkatan SDM dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Antoni Kusbiantoro, menjelaskan bahwa pihaknya menitikberatkan pengembangan pada tiga subsektor unggulan yakni kuliner, kriya, dan seni pertunjukan.

Ketiga subsektor ini memiliki potensi besar yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mengangkat identitas budaya Kukar.

“Ketiga subsektor tersebut kami pilih karena selain menjadi ciri khas budaya daerah, juga memiliki peluang pasar yang luas dan beragam. Oleh sebab itu, kami fokus meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar bisa bersaing dan berinovasi,” ungkap Antoni Jumat (09/05).

Antoni menambahkan bahwa Dispar Kukar mengadakan pelatihan dan pendampingan yang dirancang sesuai kebutuhan pasar terkini serta perkembangan tren di industri kreatif.

“Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan komunitas lokal, akademisi, dan praktisi guna menjamin kualitas dan relevansi materi pelatihan,” katanya

Untuk subsektor kuliner, Antoni menyebut fokus utamanya adalah pengembangan produk makanan dan minuman khas daerah dengan pendekatan inovasi rasa dan kemasan modern.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperluas pangsa pasar, tidak hanya di Kukar tapi juga ke luar daerah.

Di bidang kriya, pelaku usaha didorong untuk mengadopsi teknologi dalam proses produksi seperti penggunaan mesin modern dan teknik finishing agar produk kerajinan tangan memiliki kualitas tinggi dan nilai jual yang kompetitif. Pendampingan juga mencakup pengembangan desain yang mengikuti tren pasar.

Sedangkan untuk seni pertunjukan, Dispar memfasilitasi kolaborasi antara seniman lokal dan pihak eksternal, seperti event organizer dan pelaku seni dari daerah lain, untuk memperluas jaringan dan meningkatkan eksposur panggung.

Hal ini bertujuan agar karya seni Kukar tidak hanya dikenal lokal tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami yakin, dengan peningkatan kualitas SDM dan penguatan jejaring, subsektor kuliner, kriya, dan seni pertunjukan bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan sekaligus memperkuat posisi Kukar sebagai pusat ekonomi kreatif di Kalimantan Timur,” jelasnya.

Selain pelatihan, Dispar Kukar juga menjalankan program pendampingan berkelanjutan untuk memastikan para peserta pelatihan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara efektif dan menghasilkan pengembangan usaha yang nyata.

Antoni menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan penuh pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat sebagai pelaku dan pelestari ekonomi kreatif.

“Dengan sinergi semua pihak, kami optimis ekosistem ekonomi kreatif Kukar akan tumbuh kuat dan berkelanjutan, serta mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” tutup Antoni (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

destinasi wisata

dinas pariwisata kukar

eduwisata

obyek wisata kukar

Pariwisata