Kategory
Dinas Pariwisata Kukar,
26-04-2025 16:01:00
(Plt. Kadispar Kukar Arianto)
PILAR KALTIM : Sebagai bukti konsistensinya dalam membangun desa wisata yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus mendorong pengembangan wisata.
Hal ini dilakukan sebagai strategi memperkuat sektor pariwisata yang melibatkan langsung masyarakat desa.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa pendekatan ini menitikberatkan pada pemanfaatan kekayaan budaya, alam, dan tradisi masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah Kukar.
Langkah awal pengembangan desa wisata ini telah dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu.
“Sejak tahun 2012, Pemkab Kukar telah menetapkan sepuluh desa sebagai desa wisata melalui Surat Keputusan Bupati,” ujar Arianto Rabu (23/04)
Penetapan ini menjadi fondasi awal untuk memperkenalkan potensi lokal sebagai bagian dari destinasi wisata unggulan daerah.
Arianto menyebutkan bahwa desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Desa Pela, Sangkuliman, dan Kedang Ipil di Kecamatan Kota Bangun.
Desa Bhuana Jaya, Kerta Buana, dan Bukit Pariaman di Tenggarong Seberang serta Desa Muara Enggelam, Teluk Dalam, Liang Buaya, dan Sungai Meriam di kecamatan lainnya.
“Tiap desa memiliki kekhasan dan potensi yang berbeda-beda, baik dari segi alam, budaya, maupun kehidupan sosial masyarakatnya,” tandasnya
Ia beranggapan hal ini justru menjadi nilai tambah karena menawarkan keunikan tersendiri bagi wisatawan yang datang.
“Konsep desa wisata sendiri berakar dari program desa mandiri yang mengintegrasikan tiga elemen utama: ketahanan pangan, pendidikan, dan sektor pariwisata,” terangnya.
“Dari kerangka itulah kemudian lahir konsep desa wisata yang lebih terfokus dan terarah dalam pengembangannya,” tambahnya.
Arianto menekankan bahwa keberhasilan pengembangan desa wisata tidak hanya bergantung pada label semata, tetapi lebih pada kesiapan masyarakat serta kesungguhan dalam mengelola potensi yang dimiliki.
Ia mengingatkan bahwa pariwisata desa bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Namun, ia juga mengakui bahwa perkembangan antar desa tidak selalu seimbang.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam hal keterlibatan warga dan pengelolaan potensi pariwisata di setiap desa.
Sebagai contoh, Desa Kedang Ipil dinilai berhasil karena warganya aktif melestarikan budaya dan menjaga alam sekitar, menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang kuat.
Untuk itu, Dispar Kukar terus mendorong terciptanya sinergi antara masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan pemerintah desa agar setiap desa wisata di Kukar bisa berkembang secara optimal. (Adv/Yun)
Tags:
Arianto
dinas pariwisata kukar
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40