Kategory
Dinas Pariwisata Kukar,
27-03-2025 16:12:00
(Plt Kadispar Kukar Arianto)
PILAR KALTIM : Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata daerah tidak hanya sebatas pada perbaikan infrastruktur destinasi, tetapi juga memerlukan pendekatan kreatif, seperti integrasi antara wisata alam dan wisata kuliner.
“Kami ingin mengembangkan destinasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberi pengalaman lengkap bagi wisatawan. Salah satu caranya adalah dengan menggabungkan wisata alam dan kuliner lokal,” jelas Arianto Kamis (27/03)
Ia mencontohkan kawasan Ekuator di Santan Ulu sebagai lokasi yang sangat potensial untuk dijadikan rest area terpadu yang menyajikan kuliner dan edukasi berbasis alam.
Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap tujuh hingga delapan destinasi utama, seperti Waduk Panji, Pulau Kumala, dan Pantai Tanah Merah.
Arianto menekankan perlunya penataan serius agar tempat-tempat tersebut menjadi lebih kompetitif dan mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah.
“Pengalaman wisata yang lengkap akan membuat pengunjung ingin kembali.
Itulah target kami,” ujarnya.
Tidak hanya mengandalkan pemerintah, Arianto juga menyoroti pentingnya peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Ia menilai Pokdarwis harus dikelola oleh orang-orang yang memiliki semangat wirausaha serta kepedulian sosial yang tinggi.
“Mereka adalah ujung tombak di lapangan. Jiwa entrepreneur dan sosial itu penting karena mereka akan menghadapi tantangan di awal pengelolaan,” katanya
Menurut Arianto, membangun destinasi wisata adalah proses yang tidak instan.
Ia menegaskan bahwa pengelola harus sabar dan tekun karena manfaat ekonomi tidak langsung terasa.
“Di tahap awal, mungkin belum menghasilkan apa-apa. Tapi dengan kesabaran dan strategi, hasilnya akan terasa dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Arianto juga mengingatkan bahwa pengelola Pokdarwis harus mampu membaca peluang, menciptakan inovasi, dan menjaga keberlanjutan destinasi agar bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin wisata di Kukar bukan hanya jadi tempat rekreasi, tapi juga ruang belajar, tempat tumbuhnya ekonomi lokal,” ungkapnya.
Salah satu contoh yang sedang menjadi fokus perhatian adalah Pulau Kumala, yang kini sedang dalam tahap pengembangan wahana waterboom.
Arianto berharap keberadaan fasilitas baru ini mampu memperkuat potensi ekonomi lokal jika dikelola dengan baik dan terintegrasi dengan layanan kuliner serta atraksi lokal lainnya.
Sementara itu, Pantai Tanah Merah juga menunjukkan perkembangan yang positif. Arianto menyebut banyak institusi pendidikan dan komunitas yang tertarik mengadakan kegiatan di lokasi tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa destinasi kita sudah mulai diminati.
Tinggal bagaimana kita meningkatkan pengelolaan dan inovasi,” ujarnya.
Melalui kombinasi evaluasi menyeluruh, kolaborasi dengan pelaku lokal, dan penguatan Pokdarwis, Dispar Kukar optimist bahwa sektor pariwisata akan menjadi pendorong ekonomi yang signifikan di daerah. (Adv/Yun)
Tags:
Arianto
destinasi wisata
obyek wisata kukar
Pariwisata
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40