Kategory
Dinas Pariwisata Kukar,
18-05-2025 13:48:24
(Plt. Kadispar Arianto Kukar saat mengunjungi festival Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil)
PILAR KALTIM : Festival Nutuk Beham kembali digelar pada 9–11 Mei 2025 sebagai perayaan tahunan yang tak hanya melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga menghidupkan roda ekonomi masyarakat desa berbasis budaya.
Festival ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Festival ini merupakan bentuk revitalisasi dari tradisi adat Nutuk Beham, yaitu menumbuk padi ketan yang secara spiritual penting bagi masyarakat Kutai Adat Lawas.
Dahulu dilakukan sebagai ritual adat, kini Nutuk Beham telah berevolusi menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat luas.
Perubahan fungsi ini tidak mengurangi nilai sakralnya. Sebaliknya, kini Nutuk Beham menjadi daya tarik wisata budaya yang dinanti banyak orang, dari warga lokal hingga wisatawan luar daerah yang penasaran akan keunikan tradisi Kalimantan Timur.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa festival ini telah mengalami transformasi positif yang memberikan dampak langsung terhadap sektor ekonomi masyarakat.
Menurutnya, berbagai pelaku usaha lokal sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
“Festival ini menjadi penggerak berbagai sektor ekonomi. UMKM, kuliner, penginapan warga, hingga transportasi lokal ikut terdongkrak.
Ini bukan hanya soal budaya, tapi juga momentum pemberdayaan ekonomi,” ujar Arianto, Senin (12/05)
Ia menambahkan bahwa Festival Nutuk Beham memberi ruang ekspresi dan pemasaran bagi pengrajin lokal, seperti pembuat kerajinan rotan, anjat, pengolah gula merah, dan penjual makanan tradisional yang menjajakan dagangan mereka selama acara berlangsung.
Lebih jauh, keberhasilan Desa Kedang Ipil dalam mengelola festival ini dinilai bisa menjadi contoh untuk desa-desa lain di Kutai Kartanegara.
Dispar Kukar pun siap bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk mendampingi desa lain yang ingin mengembangkan potensi budaya serupa.
“Pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi harus berjalan beriringan. Nutuk Beham adalah bukti bahwa dua hal itu bisa sejalan. Ini yang akan kami dorong agar menyebar ke desa-desa lain,” tegas Arianto.
Festival ini juga melibatkan masyarakat secara menyeluruh, termasuk anak-anak muda yang ambil bagian dalam pertunjukan seni, lomba-lomba tradisional, serta kegiatan penyambutan tamu.
“Ini membuat festival bukan hanya menjadi ajang perayaan, tapi juga sarana edukasi budaya antargenerasi,” tandasnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Nutuk Beham telah tumbuh menjadi ikon budaya yang potensial sebagai agenda tahunan berskala regional.
Ia bukan hanya cermin masa lalu, melainkan jembatan menuju masa depan desa yang mandiri, berbudaya, dan berdaya saing.
(Adv/Yun)
Tags:
dinas pariwisata kukar
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40