Dispar Kukar Angkat Bahasa dan Musik Kutai Lewat Festival Nasional di Malang

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dinas Pariwisata Kukar

(Kutai Folk Festival 2025)


PILAR KALTIM : Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menyelenggarakan agenda budaya tahunan Etam Begenjoh di Kota Malang pada Mei 2025 mendatang.

Gelaran ini akan tampil dengan format baru yang lebih menarik, yaitu melalui pelaksanaan Kutai Folk Festival, yang mengusung lomba musik daerah Kutai berskala nasional.

Plt. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengungkapkan bahwa konsep tahun ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya.

“Bila sebelumnya fokus pada tiga budaya pesisir dan budaya Kutai Kedaton, kali ini Dispar Kukar mengangkat musik tradisional Kutai sebagai fokus utama,” katanya Senin (21/04)

Menurut Ivan, lomba musik daerah ini menjadi ikon baru dalam kegiatan Etam Begenjoh Malang 2025.

“Dengan format terbuka, lomba tersebut dapat diikuti oleh siapa saja, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, hingga Malang sendiri,” jelasnya.

Lanjut Ivan, tujuan utama dari lomba ini, jelas Ivan, adalah untuk memperkenalkan kekayaan musik dan bahasa daerah Kutai kepada khalayak luas, khususnya kepada masyarakat di Jawa Timur.

Ia berharap pendekatan lewat musik dapat menjadi pintu masuk generasi muda luar daerah untuk mengenal bahkan tertarik mempelajari bahasa Kutai.

“Yang penting musiknya musik Kutai. Siapa pun bisa ikut.

Harapan kami orang-orang di Malang dan sekitarnya tertarik mengenal budaya Kukar, dimulai dari bahasa dan musik tradisionalnya,” ujar Ivan

Ivan juga menekankan pentingnya pelestarian bahasa Kutai sebagai bagian dari identitas budaya Kukar. Lomba musik ini, selain menjadi wadah ekspresi seni, juga dimaksudkan sebagai strategi menjaga eksistensi bahasa daerah yang kini mulai tergerus zaman.

Dalam penyelenggaraannya, Dispar Kukar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.

“Disdikbud memiliki peran penting dalam penyediaan dewan juri yang terdiri dari tiga orang profesional dengan kompetensi di bidang seni dan budaya Kutai,” tandasnya

Ivan menjelaskan bahwa tanggung jawab pelestarian bahasa berada di bawah ranah Disdikbud, sedangkan Dispar berperan sebagai penggerak promosi dan publikasi kegiatan. Sinergi antara dua instansi ini menjadi kunci suksesnya acara  Etam Begenjoh tahun ini.

Selain lomba musik, festival ini juga akan menampilkan pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, dan pameran potensi daerah Kutai Kartanegara.

Namun, lomba musik Kutai tetap menjadi daya tarik utama yang diandalkan untuk menarik perhatian publik nasional.

Melalui kegiatan ini, Dispar Kukar berharap tidak hanya mempromosikan pariwisata daerah, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.

“Musik dan bahasa Kutai harus terus hidup.

Festival ini adalah bentuk nyata dari semangat kami dalam merawat warisan budaya di era modern,” pungkas Ivan (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

dinas pariwisata kukar