Kategory
Disdikbud Kukar,
03-09-2025 14:50:02
(Kadisdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor saat memimpin rapat)
PILAR KALTIM: Menjelang pelaksanaan Festival Erau 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan adat dan budaya dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyampaikan rapat koordinasi menjadi forum penting untuk menyatukan peran pemerintah daerah, kesultanan, serta pihak terkait lainnya agar penyelenggaraan festival berjalan lancar.
“Kami ingin semua pihak satu suara dalam persiapan, sehingga Erau tahun ini tetap menghadirkan kemeriahan sekaligus menjaga kesakralannya,” ujarnya, Rabu (03/09/2025).
Erau 2025 dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 29 September. Sementara itu, rangkaian adat dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah dimulai sejak 12 September.
Sejumlah agenda utama pun telah ditetapkan, mulai dari pembukaan di Stadion Rondong Demang pada 21 September, ritual Beseprah pada 25 September, tradisi Belimbur pada 28 September, hingga penutupan melalui rapat paripurna DPRD Kukar pada 29 September.
Dalam rapat tersebut juga dipastikan adanya peluncuran lagu resmi Erau 2025, yang diharapkan menjadi simbol baru bagi festival budaya tertua di Kutai Kartanegara ini.
Kehadiran tamu penting dari pusat turut dibahas.
Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana, dijadwalkan hadir pada puncak tradisi Belimbur.
Menariknya, kedatangan Menpar akan menggunakan biaya pribadi, mengingat adanya ikatan keluarga dengan pihak kesultanan.
Thauhid menegaskan pembagian tugas dalam penyelenggaraan festival sudah jelas. Pemkab Kukar melalui Disdikbud hanya menangani acara seremonial seperti pembukaan, expo, dan lomba olahraga tradisional.
Sementara seluruh prosesi adat tetap menjadi kewenangan penuh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Menurutnya, rapat koordinasi ini tidak hanya membicarakan teknis pelaksanaan, tetapi juga menjadi komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya.
“Harapan kami, masyarakat bisa merasakan suasana meriah tanpa mengurangi kesakralan ritual adat yang telah diwariskan,” tambahnya.
Meski dengan anggaran terbatas, Disdikbud Kukar memastikan marwah Festival Erau akan tetap dijunjung tinggi.“Kami ingin Erau 2025 menjadi ruang kebanggaan bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kukar,” tutup Thauhid. (Adv/Yun)
Tags:
Disdikbud Kukar
Erau
erau adat pelas benua
expo erau
thauhid afrilian noor
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40