Disdikbud Kukar Fokus Penuhi Sarana Ruang Kelas dan Toilet SD

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Disdikbud Kukar

(Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Bidang SD Disdikbud Kukar, Al Adawiyah)


PILAR KALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dasar, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Bidang SD Disdikbud Kukar, Al Adawiyah, mengatakan pemenuhan fasilitas pendidikan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menempatkan ruang kelas dan toilet sebagai kebutuhan paling mendesak.

“Masih banyak sekolah yang ruang kelasnya belum mencukupi. Akibatnya, siswa harus belajar dengan sistem masuk pagi dan siang. Ini menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Selasa (10/06).

Di Kukar terdapat 482 SD negeri dan swasta, jumlah yang diprediksi akan terus bertambah.

Untuk itu, pembangunan ruang kelas menjadi prioritas utama, disusul penyediaan toilet.

Meski tidak semua sekolah mendapatkan pembangunan atau rehabilitasi, Disdikbud tetap menyalurkan bantuan fasilitas lain seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Di masing-masing kecamatan, setidaknya ada pengadaan TIK karena saat ini pendidikan sudah berbasis digital,” jelasnya.

Bahkan, pihaknya telah mengalokasikan laptop untuk keperluan administrasi bendahara, kepala sekolah, dan tenaga tata usaha.

Mengenai anggaran, Al Adawiyah memastikan efisiensi yang dilakukan tidak mengganggu pembangunan fasilitas penting.

“Efisiensi lebih banyak dilakukan di perjalanan dinas, bukan pada pembangunan ruang kelas atau toilet. Bahkan jika efisiensinya dialihkan ke pembangunan, kami sangat mendukung,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap usulan pembangunan akan ditinjau terlebih dahulu, terutama terkait status lahan.

“Kalau lahannya masih bermasalah atau dalam sengketa, meskipun ada anggaran, tetap kami tahan. Kami tidak ingin bangunan sekolah di kemudian hari jadi objek sengketa hukum,” pungkasnya.

(Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Bidang SD Disdikbud Kukar

Disdikbud Kukar