Kategory
Kutai Kartanegara,
24-06-2026 11:37:46
Sosialisasi dan edukasi pelestarian naskah kuno bertajuk Naskah Kuno Sebagai Warisan Budaya dan Sumber Pengetahuan di Aula Perpustakaan Kukar, Taman Pintar Tenggarong (PKaltim)
PILAR KALTIM – Upaya pelestarian naskah kuno di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam proses pengungkapan isi naskah yang sebagian besar menggunakan tulisan Arab Melayu.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diarpus) Kukar, Ridha Darmawan, usai kegiatan sosialisasi dan edukasi pelestarian naskah kuno bertajuk “Naskah Kuno Sebagai Warisan Budaya dan Sumber Pengetahuan” di Aula Perpustakaan Kukar, Taman Pintar Tenggarong, Rabu (24/6/2026).
Ridha menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir Diarpus Kukar telah melakukan berbagai upaya pelestarian terhadap naskah kuno yang ditemukan di masyarakat. Kendati demikian, proses tersebut belum berjalan optimal karena keterbatasan tenaga yang memiliki kemampuan membaca dan menerjemahkan aksara Arab Melayu.
“Sebagian besar naskah yang ditemukan menggunakan tulisan Arab Melayu. Saat ini kami belum memiliki sumber daya yang memiliki kompetensi khusus untuk membaca dan menerjemahkan tulisan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, kendala tersebut membuat informasi dan pengetahuan yang tersimpan dalam naskah kuno belum dapat diakses secara luas oleh masyarakat.
Padahal, berbagai naskah yang ditemukan diyakini menyimpan nilai sejarah, budaya, hingga pengetahuan lokal yang penting untuk didokumentasikan.
Ridha menuturkan, langkah ideal yang perlu dilakukan setelah penemuan naskah adalah proses identifikasi, pendokumentasian, alih aksara ke huruf Latin, hingga penerjemahan ke bahasa yang lebih mudah dipahami.
Melalui tahapan tersebut, isi naskah kuno tidak hanya tersimpan sebagai koleksi arsip, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda.
Selain persoalan penerjemahan, Diarpus Kukar juga masih berupaya memperkuat sistem pendataan naskah kuno. Informasi mengenai judul naskah, jenis tulisan, bahan yang digunakan, kondisi fisik, hingga riwayat kepemilikan dinilai penting untuk dicatat secara lengkap.
“Data mengenai pemilik pertama, proses perpindahan kepemilikan, hingga siapa yang saat ini merawat naskah perlu terdokumentasi dengan baik agar nilai historisnya tetap terjaga,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Diarpus Kukar membuka peluang kolaborasi dengan akademisi, peneliti, maupun lembaga yang memiliki kompetensi dalam kajian naskah kuno dan penerjemahan. Meski demikian, Ridha mengakui kerja sama tersebut membutuhkan dukungan anggaran agar dapat berjalan secara maksimal.
“Kami berharap isi naskah kuno yang selama ini tersimpan dapat diungkap dan dimanfaatkan lebih luas sebagai sumber ilmu pengetahuan sekaligus warisan budaya daerah,” tutupnya.
(Nur)
Tags:
diarpus kukar
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
kebudayaan
Kutai Kartanegara
pelestarian budaya lokal
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40