Bupati Kukar Gandeng IDI Targetkan 20 Kecamatan Tak Ada Lagi Puskesmas Tanpa Dokter

                                                                                                                                                                   Kutai Kartanegara

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Ketua IDI Kukar, dr, Arif Risdianto berserta jajaran usai pelantikan IDI cabang Kukar periode 2025-20di Pendopo Odah Etam, Tenggarong (PKaltim)


PILAR KALTIM - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat sinergi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kukar guna mengatasi kekurangan tenaga medis di sejumlah wilayah. 

Langkah ini dilakukan agar tidak ada lagi puskesmas yang beroperasi tanpa dokter.

 Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, usai menghadiri pelantikan pengurus IDI Cabang Kukar periode 2025-2028 yang diketuai dr. Arif Risdianto di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Minggu (28/6/2026).

Aulia mengungkapkan, hingga kini masih terdapat dua puskesmas yang belum memiliki dokter, yakni di Kecamatan Tabang dan Kecamatan Muara Wis. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kita berharap dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan IDI dapat dirumuskan kebijakan sehingga para dokter mau bertugas di seluruh daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Harapan kita ke depan tidak ada lagi puskesmas yang kosong dokter,” ujarnya.

Menurut Aulia, kolaborasi dengan organisasi profesi menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan pemerataan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, hingga ke wilayah yang masih kekurangan.

Merespons hal tersebut, Ketua IDI Cabang Kukar periode 2025–2028, dr. Arif Risdianto, menegaskan pihaknya siap mendukung kebutuhan pemerintah daerah dalam penyediaan tenaga medis.

Ia menyatakan IDI siap membantu pemenuhan dokter umum maupun dokter spesialis, termasuk menyalurkan dokter ke daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pemetaan kebutuhan dokter di setiap wilayah, termasuk kebutuhan dokter spesialis. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama akan ada dokter baru yang siap ditempatkan,” katanya.

Arif menjelaskan, IDI juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas untuk menyiapkan calon dokter baru yang nantinya dapat ditempatkan sesuai kebutuhan daerah.

Selain membahas penguatan pelayanan kesehatan, pelantikan pengurus IDI Cabang Kukar juga dirangkai dengan kegiatan bakti sosial yang melibatkan berbagai organisasi profesi kesehatan, seperti Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Bakti sosial tersebut menghadirkan layanan donor darah, skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan kesehatan mata, kesehatan jiwa, pemeriksaan tumbuh kembang dan gizi anak, hingga edukasi kesehatan oleh dokter spesialis.

Seluruh layanan diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Aulia mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Kukar agar akses pelayanan kesehatan semakin merata.

Sementara itu, Arif memastikan kegiatan bakti sosial akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah dengan melibatkan organisasi profesi kesehatan dan lembaga swadaya masyarakat sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat layanan kesehatan gratis.

"Kita akan terus lakukan kegiatan ini secara berkelanjutan dan berpindah-pindah lokasi agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dan semua gratis," tutupnya. (Nur)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Ikatan Dokter Indonesia

bupati kutai kartanegara

dinas kesehatan kukar

Kesehatan

Kutai Kartanegara

Puskesmas