Bupati Kukar Dorong Program Pemberdayaan Pekerja, Antisipasi Pengangguran di Kukar

                                                                                                                                                                   Kutai Kartanegara

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri (PKaltim)


PILAR KALTIM - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya pencegahan pengangguran melalui program pemberdayaan pekerja. 

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mendorong perusahaan membekali pekerja dengan keterampilan dan perlengkapan usaha sebelum memasuki masa pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga tetap memiliki sumber penghasilan setelah tidak lagi bekerja

Aulia sapaan akrabnya mengatakan, setiap kepala keluarga harus memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Karena itu, pekerja perlu dipersiapkan agar tetap produktif meski tidak lagi bekerja di perusahaan.

“Kita memahami bahwa harapan kita adalah setiap kepala keluarga memiliki penghasilan yang cukup untuk membiayai dan menghidupi keluarganya,” ujar Aulia, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga perlu membekali pekerja dengan peralatan usaha agar dapat langsung memulai pekerjaan baru setelah keluar dari perusahaan.

“Kedepan proses pemberdayaan itu juga menjadi bagian yang disiapkan oleh perusahaan. Tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyiapkan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan pekerja untuk memulai aktivitas ekonomi setelah mereka keluar dari perusahaan,” katanya.

Ia mencontohkan pekerja yang memiliki keterampilan sebagai tukang cukur rambut dapat dibantu dengan penyediaan perlengkapan barbershop sehingga memiliki modal awal untuk membuka usaha secara mandiri.

“Ketika mereka keluar dari perusahaan, mereka sudah dibekali perlengkapan seperti alat cukur rambut dan peralatan pendukung lainnya,” jelasnya.

Aulia berharap langkah tersebut mampu menekan angka pengangguran terbuka sekaligus melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru di Kutai Kartanegara.

“Setelah tidak lagi bekerja di perusahaan, mereka tidak menambah angka pengangguran terbuka, tetapi justru dapat berwirausaha secara mandiri, memiliki penghasilan sendiri, dan penghasilan tersebut dapat digunakan untuk menghidupi keluarganya,” tutupnya.

(Nur)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

bupati kutai kartanegara

Kutai Kartanegara

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara