Kategory
Kutai Kartanegara,
30-07-2026 14:37:56
Bupati Kutai Kartanegara (PKaltim)
PILAR KALTIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat pada tahun 2026 ini.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan pemerintah daerah harus melakukan pengurangan anggaran hingga sekitar Rp2 triliun sebagai dampak kondisi keuangan daerah. Meski begitu, pembangunan prioritas dan pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan.
Aulia sapaan akrabnya mengatakan, di tengah kebijakan rasionalisasi anggaran, Pemkab Kukar terus berupaya mencari solusi agar kekurangan dana dapat tertutupi. Salah satunya dengan terus berkomunikasi kepada pemerintah pusat terkait penyaluran dana kurang bayar yang menjadi hak daerah.
“Kita harus melakukan pengurangan anggaran yang nilainya mencapai sekitar Rp2 triliun.
Namun, sampai saat ini kita masih terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar dana kurang bayar yang menjadi hak daerah dapat segera disalurkan. Kita ingin dana tersebut dapat membantu menutupi defisit anggaran yang ada,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Aulia, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah daerah saat ini bukan semata-mata rasionalisasi anggaran, melainkan perubahan pola kerja seluruh aparatur pemerintah agar mampu beradaptasi dengan kondisi fiskal yang lebih terbatas.
“Kalau kita berbicara mengenai kondisi keuangan daerah saat ini, tantangan terbesar sebenarnya bukan pada proses rasionalisasi anggaran. Tantangan yang lebih berat adalah mengubah budaya kerja di lingkungan pemerintah daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini perangkat daerah terbiasa bekerja dengan dukungan anggaran yang besar.
Kini, dengan kemampuan keuangan yang lebih terbatas, seluruh organisasi perangkat daerah tetap dituntut mencapai target kinerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Selama ini teman-teman terbiasa bekerja dengan dukungan anggaran yang besar. Sekarang, dengan anggaran yang lebih terbatas, kita tetap dituntut mencapai target kinerja dan memenuhi harapan masyarakat sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Meski proses penyesuaian tersebut tidak mudah, Aulia optimistis perubahan budaya kerja dapat diwujudkan melalui komitmen bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.
Sementara itu, Aulia memastikan program pembangunan fisik di Kukar tidak berhenti akibat efisiensi anggaran. Pemerintah tetap melaksanakan sejumlah pekerjaan yang telah diprioritaskan.
“Pembangunan fisik tetap berjalan.
Saat ini masih ada beberapa pekerjaan yang kita laksanakan, seperti perbaikan jalan, penanganan titik longsor, serta beberapa pembangunan fisik lainnya sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan,” tutupnya. (Nur)
Tags:
aulia rahman basri
bupati kutai kartanegara
Kutai Kartanegara
Pemkab Kukar
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40