Kategory
Kutai Kartanegara,
13-08-2026 12:21:49
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (PKaltim)
PILAR KALTIM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat sedikitnya 36 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di 14 kecamatan hingga Kamis (13/8/2026).
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kukar kini memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung sepanjang Agustus. Lahan yang semakin kering membuat api lebih mudah menyebar apabila tidak segera ditangani.
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan periode Agustus menjadi masa yang perlu diwaspadai karena kondisi kemarau berada pada fase puncak.
“Sekarang sudah memasuki puncak musim kemarau. Kondisi ini perlu kita waspadai karena potensi kebakaran cukup tinggi,” kata Aspianur.
Menurutnya, kondisi kemarau diperkirakan sedikit menurun pada September, sebelum kembali meningkat pada Oktober dan berangsur berakhir pada November hingga Desember.
BPBD Kukar telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla.
Pemetaan dilakukan berdasarkan data BMKG, laporan masyarakat, serta hasil penanganan kebakaran di lapangan.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Muara Badak, Sanga-Sanga, Muara Jawa, Samboja, Marangkayu, Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong, Samboja Barat, Tenggarong Seberang, dan Muara Kaman.
Dari hasil penanganan selama ini, faktor manusia menjadi penyebab yang paling dominan. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar hingga pembakaran sampah sembarangan masih menjadi pemicu utama.
“Sekitar 80 persen kejadian dipicu aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dan pembakaran sampah. Faktor alam juga ada, tetapi jumlahnya lebih kecil,” jelasnya.
Aspianur mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.
BPBD Kukar juga terus memantau laporan kebakaran di berbagai wilayah.
Kecepatan laporan dinilai penting agar titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.
“Kami meminta masyarakat segera melaporkan jika melihat titik api. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan lebih cepat akan mencegah kebakaran meluas,” pungkasnya. (Nur)
Tags:
bpbd kukar
karhutla
Kementrian Kehutanan
Kutai Kartanegara
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40