Kategory
Kutai Kartanegara,
13-06-2026 10:06:11
(Pemilik Toko Kopi Tana, di Jalan Dipenegoro, Gang Koni, Kecamatan Tenggarong, Azan. (PKaltim)
PILAR KALTIM: Gang kecil di kawasan Jalan Diponegoro mungkin bukan lokasi yang pertama kali terlintas ketika seseorang mencari tempat nongkrong baru. Namun setiap sore, langkah-langkah pengunjung justru mengarah ke sana. Mereka datang tanpa perlu reservasi, tanpa tuntutan tampil sempurna, dan tanpa harus mengikuti tren tertentu.
Di ujung Gang Koni, Toko Kopi Tana berdiri dengan kesederhanaannya.
Tidak ada interior yang dibuat berlebihan.
Tidak ada kesan eksklusif yang membuat orang sungkan untuk masuk. Yang ada justru suasana hangat yang membuat pengunjung betah berlama-lama, baik untuk bekerja, berbincang, maupun sekadar menikmati secangkir kopi di sela aktivitas sehari-hari.
Menariknya, kedai yang kini mulai dikenal banyak orang itu lahir dari rencana yang tidak pernah benar-benar dirancang untuk jangka panjang.
Pemilik Toko Kopi Tana, Azan, mengaku lokasi yang ditempatinya saat ini awalnya hanya dipersiapkan sebagai tempat sementara sambil menunggu pembangunan kedai di lokasi lain.
“Awalnya sementara saja, Mas. Tapi ternyata makin ke sini makin jalan, jadi akhirnya tetap di sini,” ujarnya kepada awak media, pada Jumat (12/06/2026) kemarin.
Rencana awal sebenarnya cukup besar.
Ia telah menyiapkan konsep dan desain untuk membuka usaha di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, dekat rumah sakit baru. Namun perjalanan usaha berkata lain. Kedai kecil yang awalnya hanya menjadi persinggahan justru tumbuh lebih cepat dari perkiraan.
Alih-alih pindah, Azan memilih bertahan dan mengembangkan apa yang sudah berjalan.
“Kalau nanti ada rezeki, baru pindah ke lokasi yang direncanakan,” katanya sambil tersenyum.
Di tengah maraknya kedai kopi dengan berbagai tema dan konsep kekinian, Azan justru sengaja memilih pendekatan yang sederhana.
Ia ingin menciptakan tempat yang terasa seperti rumah sendiri.
Baginya, minum kopi seharusnya tidak menjadi aktivitas yang rumit.
“Sebenarnya dari awal saya ingin konsep yang homie, nyaman seperti rumah sendiri. Tempat untuk orang minum kopi setiap hari, memenuhi kebutuhan kafein harian,” ujarnya.
Karena itu, Toko Kopi Tana tidak dibangun untuk menjadi tempat yang membuat pengunjung merasa harus tampil tertentu agar bisa menyesuaikan diri.
“Saya ingin konsepnya sesederhana mungkin. Jadi orang datang ke sini tidak perlu memikirkan outfit atau harus tampil tertentu.
Semua bisa datang dan menikmati kopi dengan santai,” lanjutnya.
Filosofi tersebut bahkan tercermin dari nama yang dipilih. Kata “Tana” bukan sekadar nama yang terdengar sederhana, tetapi membawa makna yang ingin diwujudkan dalam ruang itu sendiri.
Azan mengaku terinspirasi dari kata yang merujuk pada tanah, sesuatu yang dekat dengan kehidupan manusia dan menjadi tempat berpijak siapa saja tanpa membedakan latar belakang.
“Saya ingin tempat ini membumi. Dari yang saya baca, kata ‘tanah’ berasal dari bahasa Dayak yang berarti tanah.
Saya kemudian memilih penulisan ‘Tana’ sebagai identitas kedai ini,” tuturnya.
Meski tampil sederhana, urusan kualitas kopi tetap menjadi perhatian utama.
Salah satu menu yang paling banyak dicari pelanggan adalah Es Kopi Susu Singga. Minuman ini menjadi andalan sekaligus pintu masuk bagi banyak pelanggan yang baru pertama kali datang.
Di luar itu, pengunjung juga bisa menemukan berbagai pilihan specialty coffee seperti Peach Americano dan Siberi Americano yang menggunakan biji kopi pilihan.
“Khusus minuman seperti Americano dan white maupun black coffee, saya menggunakan biji kopi specialty,” ujarnya.
Tak hanya kopi, beberapa menu makanan juga ikut memiliki penggemar setia. Di antara semuanya, Lempeng Pisang menjadi sajian yang paling sering keluar dari dapur.
“Yang paling laris itu Lempeng Pisang,” katanya.
Perjalanan Toko Kopi Tana berkembang secara alami.
Tidak ada promosi besar-besaran. Pada awal pembukaan, pelanggan yang datang sebagian besar merupakan teman dan kerabat dekat.
Namun media sosial perlahan mengambil peran.
Konten yang dibuat pelanggan, foto-foto suasana kedai, hingga rekomendasi dari mulut ke mulut membuat nama Toko Kopi Tana semakin dikenal.
“Awalnya yang datang teman-teman saja. Namun lama-kelamaan ada yang membuat konten dan membagikannya, sehingga semakin ramai,” ujarnya.
Yang membuat Azan semakin yakin berada di jalur yang tepat bukan hanya jumlah pelanggan baru, melainkan banyaknya pengunjung yang kembali datang setelah kunjungan pertama mereka.
“Banyak juga yang datang lagi keesokan harinya, jadi mereka kembali lagi.
Antusiasmenya cukup baik,” katanya.
Kini, sekitar seratus pengunjung datang setiap hari. Angka itu hampir sebanding dengan jumlah minuman yang berhasil terjual.
“Kalau dihitung dari jumlah cup yang terjual, biasanya bisa mencapai sekitar 100 cup dalam sehari,” ungkapnya.
Di balik pencapaian tersebut, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah menjaga pasokan bahan baku agar tetap tersedia.
Untuk kebutuhan kopi, Azan mendatangkan green bean dari Jawa.
Sementara susu dan bahan pendukung lainnya bergantung pada distributor yang terkadang memiliki stok terbatas.
“Akibatnya terkadang saya hanya mendapat dua atau tiga karton. Jadi tantangan terbesar memang pasokan bahan baku,” katanya.
Menariknya, dunia kopi bukanlah profesi yang sejak awal ia tekuni. Lulusan Hubungan Internasional itu menghabiskan sekitar 14 tahun hidup di Malang sebelum akhirnya kembali ke Tenggarong.
Di kota tersebut, ketertarikannya terhadap kopi tumbuh perlahan hingga ia belajar menjadi barista secara otodidak.
“Jadi kalau dibilang punya latar belakang profesional di bidang kopi, sebenarnya tidak ada,” ujarnya.
Sebelum membuka Toko Kopi Tana, ia sempat menjalani berbagai usaha, mulai dari kafe, bisnis pakaian, hingga kuliner.
Dan, keputusan kembali ke Tenggarong diambil ketika kondisi kesehatan orang tuanya mulai menurun. Dari keputusan pulang kampung itulah cerita Toko Kopi Tana bermula. (Oby)
Tags:
Coffee Shop Tenggarong
Kutai Kartanegara
Tenggarong
UMKM
umkm indonesia
umkm kukar
umkm lokal
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40