Kategory
Kutai Kartanegara,
06-08-2026 12:26:28
Kondisi jalan Ambruk di Desa Batuq Kecamatan Muara Muntai (Ist)
PILAR KALTIM - Badan jalan utama di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), ambruk sepanjang sekitar 50 meter pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.
Peristiwa tersebut diduga dipicu abrasi Sungai Mahakam yang berlangsung selama bertahun-tahun dan menyebabkan akses utama masyarakat terputus total. Tidak ada korban jiwa karena akses telah ditutup sebelum badan jalan ambruk.
Kepala Desa Batuq, Suwandi, mengatakan abrasi perlahan mengikis tepian Sungai Mahakam hingga mendekati badan jalan dan sisi jembatan.
"Awalnya jarak antara badan jalan dan bibir sungai masih puluhan meter. Tetapi abrasi terus mengikis sampai akhirnya mencapai sisi jembatan,” ujar Suwandi saat dikonfirmasi via telepon.
Pada Senin, posisi jembatan sempat dinaikkan sebagai upaya penanganan, namun kembali miring pada malam harinya akibat abrasi yang terus berlanjut.
Melihat kondisi tersebut membahayakan, pemerintah desa menutup akses dan mengalihkan arus lalu lintas sebelum badan jalan akhirnya ambruk.
"Kami sudah tutup akses karena kondisi jembatan waktu itu sudah miring dan membahayakan warga.
Setelah itu arus lalu lintas kami alihkan,” kata Suwandi.
Ia menegaskan penutupan dilakukan untuk mencegah adanya korban sebelum badan jalan ambruk sekitar pukul 11.30 Wita.
Suwandi menilai aktivitas kapal tongkang yang melintas di Sungai Mahakam turut berpengaruh terhadap percepatan abrasi. Sejumlah tongkang, menurutnya, kerap kandas di sekitar lokasi sehingga gesekan akibat aktivitas armada dinilai mempercepat pengikisan tebing sungai.
"Tongkang itu sering kandas di sekitar sini. Kalau banyak yang melintas dan kandas, gesekannya ikut mengikis tebing sungai,” ujarnya.
Lokasi longsor berada sedikit ke arah hilir dari tikungan alur Sungai Mahakam yang memiliki arus cukup kuat.
Saat ini akses utama terputus total dan masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui jalur darat meski harus memutar lebih jauh.
Jalur tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua.
Di sekitar lokasi juga terdapat sekitar enam rumah warga di RT 2 Desa Batuq.
Terkait pengaturan lalu lintas sungai, Suwandi mengatakan telah ada kegiatan pandu atau assist vessel, namun pelaksanaannya masih bersifat kearifan lokal dan persoalan tersebut telah dibahas bersama KSOP, Ketua DPRD, serta pihak BUMD.
Pemerintah desa masih berada di lokasi untuk menyiapkan akses alternatif agar masyarakat tidak perlu memutar terlalu jauh. Koordinasi telah dilakukan dengan pihak kecamatan, sementara informasi kejadian disampaikan kepada Bupati Kukar dan Ketua DPRD melalui pihak terkait.
"Kita masih di lokasi untuk menyiapkan akses alternatif supaya masyarakat tidak perlu memutar terlalu jauh. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan menyampaikan kejadian ini kepada pihak terkait,” tutup Suwandi.
(Nur)
Tags:
Desa Batuq
Kutai Kartanegara
Muara Muntai
1 day ago
14-10-2026 13:35:44
14-10-2026 13:40:04
13-10-2026 17:13:27
12-10-2026 13:45:04
10-10-2026 14:14:40