50 Guru SD Kukar Ikut Workshop Penyusunan Modul Bahasa Kutai, Siapkan Bahan Ajar Resmi untuk Seluruh Sekolah

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Disdikbud Kukar

(Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah bagi Guru SD Tahun 2025)


PILAR KALTIM:  Sebagai langkah strategis menyusun bahan ajar resmi bahasa Kutai untuk seluruh sekolah dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah bagi Guru SD Tahun 2025.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2025, di Hotel Grand Fatma Tenggarong. Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Nuraini, yang juga menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kurikulum dan Pengembangan Sastra.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya workshop ini sebagai fondasi penerapan kurikulum muatan lokal yang berkualitas.

“Insya Allah, kegiatan ini akan berlangsung hingga besok. Semoga seluruh agenda berjalan sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.

Sebanyak 50 guru dari 18 kecamatan di Kukar terlibat aktif dalam penyusunan draf modul pembelajaran Bahasa Kutai.

Draf ini akan dikembangkan lebih lanjut dengan bimbingan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur untuk memastikan ketepatan bahasa, metode pengajaran, dan relevansi materi.

Nuraini menekankan, modul yang dihasilkan tidak boleh berhenti sebagai dokumen, melainkan harus menjadi media pembelajaran yang aplikatif di ruang kelas.

“Pendampingan tenaga ahli sangat penting.

Harapannya, hasil kegiatan ini benar-benar menjadi produk pembelajaran yang bisa digunakan secara langsung di sekolah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti workshop dengan serius, mengingat modul yang disusun akan berlaku di seluruh SD di Kukar.

“Jangan main-main, karena hasilnya akan menjadi modul resmi untuk semua SD di Kukar,” tegasnya.

Selain penyusunan modul, workshop ini juga menjadi forum bertukar pengalaman antar guru terkait tantangan mengajarkan bahasa daerah di era digital.

“Harapannya, modul yang lahir dari kegiatan ini akan memudahkan siswa memahami bahasa Kutai sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah,” pungkasnya (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Disdikbud Kukar

Pemkab Kukar