10 Desa Wisata di Kukar Jadi Pilar Pengembangan Pariwisata Lokal, Dispar Fokus Dorong Sinergi dan Peningkatan SDM

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dinas Pariwisata Kukar

(Plt. Kadispar Kukar Arianto)


PILAR KALTIM : Sebanyak 10 desa wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini menjadi fokus dalam pengembangan sektor pariwisata lokal.

Desa-desa ini tersebar di berbagai kecamatan, antara lain Kota Bangun, Tenggarong Seberang, Muara Wis, Muara Jawa, Sebulu, dan Anggana.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa kesepuluh desa tersebut telah resmi ditetapkan sebagai desa wisata.

Desa-desa itu terdiri dari Desa Pela, Sangkuliman, Kedang Ipil, Bhuana Jaya, Kerta Buana, Bukit Pariaman, Muara Enggelam, Teluk Dalam Muara Jawa, Liang Buaya, dan Sungai Meriam.

Menurut Arianto, konsep pengembangan desa wisata ini sudah dirancang sejak tahun 2012, namun dalam pelaksanaannya, tidak semua desa mengalami kemajuan yang sama.

"Ada desa yang berkembang karena mereka aktif, tapi ada juga yang masih perlu banyak dorongan," ujarnya pada Selasa (20/05).

Arianto menambahkan, keberhasilan sebuah desa wisata sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pemerintah desa.

“Faktor utamanya ada pada sinergi antara masyarakat, Pokdarwis, dan pemerintah desa,” katanya.

Salah satu contoh desa yang berhasil mengembangkan potensi wisatanya adalah Kedang Ipil.

Desa ini mampu menarik banyak wisatawan berkat pengelolaan wisata alam dan pelestarian budaya lokal yang konsisten dilakukan oleh masyarakat setempat.

“Warga di sana menjaga dan mengelola warisan budayanya dengan baik, makanya selalu ada wisatawan yang datang berkunjung. Ini adalah nilai lebih yang dimiliki oleh desa tersebut,” ujar Arianto.

Selain itu, Desa Pela dan Sangkuliman juga menjadi sorotan berkat keberhasilannya mengembangkan ekowisata, termasuk pelestarian pesut Mahakam yang khas di daerah ini.

“Kami sudah membantu Desa Pela mulai dari pembangunan dan fasilitas sejak tahun 2023 lalu,” ungkapnya.

Meski begitu, tidak semua desa wisata mengalami kemajuan yang pesat. Beberapa desa masih memerlukan pendampingan yang intensif, khususnya dalam hal peningkatan infrastruktur dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta pengelola wisata.

“Kita tidak ingin desa wisata ini hilang begitu saja, mereka harus punya kegiatan yang mampu menarik wisatawan,” tegas Arianto.

Untuk itu, Dispar Kukar terus membangun sinergi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar program pembangunan yang berjalan dapat disesuaikan dengan kebutuhan desa wisata.

Edukasi, pelatihan, dan pengembangan infrastruktur menjadi fokus utama.

“Kami mendorong semua pihak agar terus memberikan edukasi, pelatihan, dan pengembangan infrastruktur, namun kuncinya tetap pada komitmen pengelola lokal,” pungkasnya.

Arianto berharap desa-desa wisata di Kukar bisa terus berkembang, bersaing, dan menjadi wajah baru dalam pariwisata daerah, sebagai pelengkap destinasi besar seperti Pulau Kumala.

“Dengan demikian, pariwisata Kukar dapat semakin kuat dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv/Yun)

Iklan pilarkaltim.com

Tags:

Arianto

dinas pariwisata kukar

Pariwisata

pariwisata kaltim